Image

Operator Kereta Jepang Minta Maaf Karena Kereta Berangkat 25 Detik Lebih Awal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 12:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 17 18 1899362 operator-kereta-jepang-minta-maaf-karena-kereta-berangkat-25-detik-lebih-awal-rlSrwxX5tw.jpg Foto: AFP.

TOKYO – Perusahaan kereta di Jepang meminta maaf kepada para penumpangnya karena kereta meninggalkan stasiun 25 detik lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan. Operator layanan kereta api itu mengatakan, kejadian tersebut telah “menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pelanggan dan benar-benar tidak dapat dimaaafkan”.

Ini adalah kali kedua perusahaan kereta Jepang meminta maaf karena kereta berangkat lebih cepat. Bahkan kejadian kali ini lebih parah dari yang terjadi pada November tahun lalu saat kereta berangkat 20 detik lebih cepat.

Berdasarkan laporan Japan Today yang dilansir BBC, Kamis (17/5/2018), kondektur kereta mengira keretanya dijadwalkan berangkat dari Stasiun Notogawa pada Jumat pukul 07.11 alih-alih pukul 07.12 seperti yang dijadwalkan.

BACA JUGA: KRL di Indonesia Sering Telat, Pengelola Kereta di Jepang Malah Minta Maaf karena Berangkat 20 Detik Lebih Cepat

Setelah dia menutup pintu kereta satu menit lebih awal dia menyadari kesalahannya dan masih bisa menghindari “kejadian memalukan” yang hampir terjadi. Tetapi, karena dia tidak melihat tidak ada penumpang yang menunggu di stasiun, dia memutuskan untuk bertolak lebih awal, 25 detik dari waktu keberangkatan.

Kereta di Jepang memiliki reputasi terkait ketepatan waktu yang cukup ekstrem. Ditambah lagi ternyata memang ada penumpang yang masih berharap naik ke dalam kereta.

Mereka yang tertinggal di peron mengajukan keluhan kepada operator kereta yang mengeluarkan permintaan maaf resmi beberapa saat kemudian.

Pada kasus yang terjadi pada November 2017 manajemen jalur kereta Tsukuba Express yang menghubungkan antara Tokyo dan Tsukuba juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keretanya yang berangkat lebih awal.

Kejadian tersebut juga disebabkan karena kondektur kereta yang salah mengira waktu keberangkatan. Untungnya pada saat itu tidak ada penumpang yang tertinggal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini