Image

Moeldoko: Koopssusgab Sudah Direstui Presiden, Enggak Perlu Payung Hukum

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 17 337 1899452 moeldoko-koopssusgab-sudah-direstui-presiden-enggak-perlu-payung-hukum-oPOdA6HKPa.jpg KSP Moeldoko memberi keterangan pers (Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui dibentuknya kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk memberantas teroris di Indonesia. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, pembentukan Koopssusgab tak memerlukan payung hukum.

"Sudah direstui oleh Presiden, dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," ujar Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Kamis (17/5/2018).

Koopssusgab tim antiteror yang terdiri dari gabungan pasukan elite khusus TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Koopssusgab sudah dibentuk pada era Moeldoko menjabat Panglima TNI lalu dibekukan dan kini ingin dihidupkan lagi. Gabungan pasukan super elite itu diyakini bisa diandalkan untuk memerangi teroris.

“‎Mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru, kemanapun dalam tempo yang secapat-cepatnya, tugasnya seperti apa, akan dikomunikasikan antara Kapolri dan Panglima TNI," ujar Moeldoko.

‎Moeldoko menilai, kembali aktifnya Koopssusgab dalam memberantas teroris tidak perlu adanya payung hukum, baik berupa Keputusan Presiden (Keppres) maupun Undang-Undang Terorisme. Hanya saja, jika RUU Terorisme sudah disahkan, maka Koospssusgab akan disesuaikan dengan amanat UU tersebut.

"Enggak perlu payung hukum, bahwa sekarang ini pasukan sudah disiapkan, (koordinasi) di bawah Panglima TNI, jadi itu inisiasi penuh dari Panglima TNI. Sekarang ini perannya adalah tetap membantu kepolisian, nanti kalau UU (Terorisme) sudah turun, kita akan sesuaikan," paparnya.

‎Moeldoko menegaskan, operasi Koopssusgab‎ hanya dijalankan untuk melakukan preventif atau pencegahan guna menciptakan ketenangan di masyarakat. Pasalnya, saat ini tengah terjadi reaksi teror di beberapa daerah lantaran adanya tekanan yang dilakukan Densus 88 Polri.

"Itulah hukum alam, hukum aksi dan reaksi, begitu teroris melakukan aksi kita bereaksi, kita melakukan aksi, mereka bereaksi, ini sudah pasti," ucapnya.

Ia memita masyarakat untuk tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat dalam memerangi rentetan aksi teror yang terjadi di sejumlah daerah tersebut. "Jadi percakan penuh pada instrumen keamanan yang akan bekerja, tidak usah khawatir, kalau ada peristiwa seperti Riau hari ini, jangan direspon berlebihan," tandasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini