SYDNEY - Seorang mantan pembunuh bayaran Malaysia yang selama tiga tahun terakhir mendekam di penjara Australia telah menawarkan diri untuk kembali ke negaranya dan mengungkap sebuah kasus pembunuhan pada 2009 yang sering dikaitkan dengan pemerintahan perdana menteri Najib Razak.
Guardian, Senin (21/5/2018) mewartakan, Sirul Azhar Umar saat ini ditahan di sayap berkeamanan tinggi di Pusat Penahanan Villawood, Sydney, Australia mengatakan kepada laman Malaysiakini bahwa dirinya bersedia membantu pemerintahan Pakatan Harapan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu pada 2006 jika dia diberikan pengampunan penuh.
Altantuya adalah seorang model dan penerjemah asal Mongolia yang juga merupakan kekasih dari penasihat dan orang kepercayaan Najib, Abdul Razak Baginda.
BACA JUGA: Skandal Korupsi Kapal Selam Gemparkan Malaysia
Dia diculik di depan rumah Baginda di Kuala Lumpur sebelum dibawa dan dibunuh di sebuah hutan di Subang. Jasad wanita cantik itu dihancurkan dengan menggunakan bahan peledak militer C-4. Dia diduga meminta bagian pembayaran atas perannya dalam kesepakatan jual beli kapal selam antara Malaysia dengan Prancis yang dipenuhi skandal.
Pembelian dua buah kapal selam kelas Scorpene oleh pemerintah Malaysia itu diduga melibatkan suap oleh seorang sekutu Najib yang saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan.

Altantuya Shaariibuu.
Pada 2009, Sirul, seorang mantan anggota pasukan khusus Malaysia, dan seorang rekannya dinyatakan bersalah atas pembunuhan Altantuya dan dijatuhi hukuman mati. Namun, dia melarikan diri ke Australia saat dibebaskan sambil menunggu banding.
Sirul berhasil ditangkap dengan surat penangkapan Interpol, tetapi Australia menolak untuk mengembalikannya ke Malaysia karena dia menghadapi ancaman hukuman mati.
Kasus pembunuhan tersebut terus mengganggu pemerintahan Najib meskipun tidak ada bukti yang menghubungkan sang mantan perdana menteri dengan pembunuhan Altantuya. Najib juga menegaskan bahwa dia tidak pernah bertemu dengan Altantuya.

Abdul Razak Baginda dibawa ke ruang sidang atas tuduhan bersekongkol dalam pembunuhan Altantuya, 2007. (Reuters)
Namun, seiring dengan perubahan peta politik Malaysia dan jatuhnya Najib dari kekuasaan pasca pemilihan umum pekan lalu, kasus-kasus yang diduga melibatkan sang mantan perdana menteri kembali mendapat sorotan, di antaranya kasus pembunuhan Altantuya dan skandal korupsi 1MDB.
Dalam wawancara dengan Malaysiakini, Sirul mengatakan dirinya bersedia mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dalam kasus itu jika diberi pengampunan penuh. Namun, meski raja Malaysia memiliki kewenangan untuk memberikan pengampunan penuh, pengamat Malaysia, dari Universitas Murdoch, Greg Lopez menilai hal itu hampir mustahil terjadi, terutama karena Sirul mengakui telah membunuh beberapa orang sebelumnya.
Lopez mengatakan, kemungkinan yang dapat terjadi adalah hukuman mati untuk Sirul diringankan sehingga dia bisa dipulangkan ke Malaysia. Diperkirakan akan ada negosiasi antara kedua negara terkait kasus ini.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.