Nama Wilhelmina sendiri, diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria.
"Wilhelmina Helena Pauline Maria merupakan Ratu Kerajaan Belanda pada tahun 1890-1948," tambahnya.
Semula terowongan ini, merupakan perbukitan kapur yang berada di bawah Desa Empak dan Desa Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
"Terowongan ini sangat angker, bahkan memiliki kisah misterius saat dibangun," paparnya.
Karena dinilai angker, saat membangun terowongan Wilhelmina, pada tahun 1916, sempat terhenti lantaran tidak ada tenaga ahli yang mau bekerja. Alasannya, selain lokasinya sulit, banyak pekerja yang mengalami sakit hingga akhirnya meninggal secara tiba-tiba.
