MALAYSIA - Menteri Keuangan Malaysia berencana melaporkan kasus pembayaran pembangunan dua jaringan pipa yang dilakukan pemerintahan mantan Perdana Menteri Najib Razak ke Suruhanjaya Pencegahan Rasuah atau komisi antikorupsi.
Lim Guan Eng mengatakan pemerintahan pimpinan Najib Razak membayar 8,52 miliar ringgit Malaysia atau sekitar Rp29,5 triliun kepada China Petroleum Pipeline Bureau (CCPB). Jumlah itu mencakup sekitar 88% dari total nilai kedua proyek.
Padahal, pembangunan pipa minyak dan gas itu baru berjalan sekitar 15% saja.
Najib Razak tersingkir dari kekuasaan setelah menderita kekalahan dalam pemilihan umum pada 9 Mei lalu dari aliansi oposisi yang dipimpin oleh mantan PM, Mahathir Mohamad, yang kembali menjadi perdana menteri pada usia 92 tahun.
