Share

Taliban Setuju Gencatan Senjata untuk Rayakan Idul Fitri

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 12 Juni 2018 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 12 18 1909503 taliban-setuju-gencatan-senjata-untuk-rayakan-idul-fitri-lOW2LPRjpI.jpg Kelompok Taliban. (Foto: BBC)

KELOMPOK Taliban mengumumkan gencatan senjata tiga hari dengan tentara Pemerintah Afghanistan untuk menghormati hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah yang berlangsung pekan ini. Beberapa hari sebelumnya, Pemerintah Afghanistan meminta Taliban berhenti melakukan serangan selama warga merayakan Lebaran mulai 27 Ramadan atau Selasa 12 Juni 2018, pukul 00.01 waktu setempat.

Bagi Taliban, ini adalah gencatan senjata pertama sejak pemerintah yang mereka bentuk ditumbangkan oleh invasi pimpinan Amerika Serikat pada 2001. Pihak Taliban mengatakan, selama hari raya, mereka tidak akan melakukan serangan, kecuali ke sasaran pasukan asing.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengatakan, gencatan senjata ini adalah kesempatan bagi Taliban untuk 'menyadari bahwa aksi-aksi kekerasan yang mereka lakukan tidak mendapatkan simpati rakyat dan makin membuat mereka terasing'.

Pemerintah Afghanistan menegaskan gencatan senjata hanya belaku bagi kelompok Taliban dan tentara pemerintah akan tetap menggelar operasi militer terhadap kelompok militan lain di negara tersebut seperti kelompok yang menamakan diri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Taliban. (Foto: Reuters)

Mengapa baru sekarang?

Gencatan senjata tanpa syarat ditetapkan pemerintah menyusul pertemuan dengan sejumlah ulama yang beberapa hari lalu mengeluarkan fatwa bahwa aksi-aksi kekerasan kelompok militan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ulama menjadi sasaran serangan bunuh diri ISIS di Kabul pekan lalu yang menewaskan 14 orang.

Taliban tidak memberikan penjelasan mengapa mereka menyepakati gencatan senjata. Pernyataan yang dikeluarkan hanya menyebutkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk membebaskan tawanan perang selama para tawanan setuju untuk tak lagi memerangi mereka.

Hal lain yang mereka sampaikan adalah gencatan senjata tak berlaku jika mereka diserang dan dalam situasi ini, mereka akan membela diri.

Para pejabat Afghanistan menyambut langkah Taliban, sementara utusan khusus PBB untuk Afghanistan, Tadamichi Yamamoto, mengatakan diharapkan gencatan senjata ini 'bisa menjadi pintu masuk bagi perundingan damai'.

Taliban. (Foto: Reuters)

Bagaimana sikap pasukan asing?

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington mengatakan pasukan AS dan mitra koalisi di Afghanistan akan menghormati dan mematuhi gencatan senjata ini. Jumlah pasukan asing di Afghanistan turun menjadi sekitar 15.000 personel.

Agustus lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan strategi yang lebih agresif di Afghanistan, termasuk meningkatkan frekuensi serangan udara dan membuka kemungkinan menambah jumlah tentara AS di sana.

Kehadiran tentara asing menjadi keberatan pihak Taliban yang sejak lama menuntut penarikan total pasukan asing sebagai prasyarat perundingan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Misi tempur NATO, yang pernah didukung oleh lebih dari 130.000 tentara, ditarik dari Afghanistan pada 2014.

Seberapa besar wilayah yang dikuasai Taliban?

Milisi Taliban secara siginifikan merebut lebih banyak wilayah sejak ribuan tentara asing ditarik pada 2014.

Kajian yang dilakukan BBC pada Januari 2018 menunjukkan Taliban aktif di 70 persen wilayah Afghanistan, dan juga memperlihatkan bahwa kelompok ISIS juga aktif walau keberadaan mereka tak sekuat Taliban.

Taliban. (Foto: BBC)

Gerakan Taliban mengambil alih kekuasaan pada 1996 setelah perang saudara yang pecah akibat langsung dari perang antara Afghanistan dan Uni Soviet. Lima tahun kemudian mereka ditumbangkan oleh invasi militer koalisi pimpinan AS.

Ketika memerintah, Taliban menerapkan hukum Islam, antara lain berupa hukuman mati yang dilakukan di tempat terbuka dan menerapkan hukum potong tangan.

Kaum perempuan dilarang tampil di depan umum, sementara laki-laki harus memanjangkan jambang. Kemudian televisi, musik, serta bioskop dilarang. Mereka juga memberi perlindungan kepada anggota dan tokoh Al Qaeda.

Sejak ditumbangkan, mereka melancarkan aksi-aksi kekerasan hingga saat ini. PBB mengatakan korban di pihak warga akibat konflik di Afghanistan mencatat angka tertinggi, sebagian besar akibat tindakan Taliban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini