"Danau Toba terbentuk dari letusan gunung api dahsyat (supervolcano). Letusan terbesar dalam peradaban bumi sekitar 73.000 - 75.000 tahun yang lalu. Menyebabkan perubahan iklim global, kepunahan spesies, manusia yang tersisa tinggal 40% saja. Danau Toba adalah warisan dunia," tulis Sutopo dalam akun twitter @Sutopo_PN.
Kini, kisah mengenai ikan mas kembali mencuat seiring dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun yang memuat lebih dari 200 penumpang.

Sebuah akun facebook bernama Rismon Raja Mangatur Sirait mengungkapkan, badai besar dan tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun terkait dengan penangkapan ikan mas besar oleh masyarakat sekitar Danau Toba sehari sebelumnya.
Sirait yang menyebut diri sebagai Guru Spiritual Danau Toba menuturkan bahwa dirinya percaya penangkapan ikan mas berbuah malapetaka karena dirinya telah menjalankan ritual di Danau Toba.
“Saya percaya karena saya semalam sudah melakukan parsantabian penghormatan ke penghuni dan penjaga Danau Toba, Sitolu sadalanan, yaitu Sibiding Laut, Siboru Pareme, dan Namboru Naiambaton," kata Rismon dalam posting-annya di akun Facebook miliknya.