nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seluruh Anggota Kepolisian di Kota Meksiko Ditahan Atas Pembunuhan Calon Wali Kota

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 13:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 25 18 1913677 seluruh-anggota-kepolisian-di-satu-kota-di-meksiko-ditahan-atas-pembunuhan-calon-wali-kota-9EYPToNlmC.jpg Fernando Angeles Juarez ditembak mati pada Kamis, 21 Juni 2018. (Foto: AFP)

MEXICO CITY – Seluruh anggota kepolisian di sebuah kota di Negara Bagian Michoacan, Meksiko telah ditahan terkait dugaan keterlibatan dalam pembunuhan seorang calon wali kota di .

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Minggu, 24 Juni, pihak berwenang Meksiko mengatakan bahwa 28 anggota dari kepolisian Kota Ocampo telah ditangkap untuk diperiksa oleh departemen urusan internal polisi. Mereka diselidiki atas terkait kemungkinan pelanggaran kode etik kepolisian.

Media lokal dan nasional melaporkan, para polisi tersebut dicurigai terlibat dalam pembunuhan Fernando Angeles Juarez yang mencalonkan diri sebagai wali kota Ocampo, sebelah timur Michoacan. Juarez yang merupakan calon dari Partai revolusi Demokratik (PRD) ditembak mati oleh orang tak dikenal di luar rumahnya pada Kamis.

Diwartakan BBC, Senin (25/6/2018), sejumlah jaksa menduga pembunuhan tersebut memiliki kaitan dengan Pejabat Keamanan Publik Ocampo, Oscar Gonzalez Garcia. Namun, ketika beberapa anggota kepolisian federal Meksiko bergerak untuk menangkap Garcia, mereka dihalangi oleh anggota kepolisian setempat.

Setelah gagal pada upaya pertama, pada Minggu, polisi federal kembali ke Ocampo dengan membawa bantuan dan menangkap Garcia bersama dengan 27 anggota kepolisian kota. Mereka dibawa ke Ibu Kota Michoacan, Moreila untuk diinterogasi.

Garcia dan para polisi tersebut dituduh memiliki hubungan dengan kelompok kejahatan terorganisir di negara bagian tersebut.

Meksiko akan memilih presiden baru bersama dengan ratusan pejabat tingkat kota, negara bagian dan federal pada 1 Juli. Pemilihan umum 2018 sejauh ini merupakan pemilihan paling berdarah dalam sejarah modern Meksiko dengan puluhan kandidat, calon dan aktivis yang dibunuh oleh kelompok kriminal yang ingin mendapatkan pengaruh pasca pemilihan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini