nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sedih Tiap Minggu Ada Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 06 337 1918750 jokowi-sedih-tiap-minggu-ada-kepala-daerah-terjaring-ott-kpk-nSuvRT8ZmY.jpg Jokowi. (Foto: Fakhrizal F/Okezone)

TANGERANG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih dengan banyaknya kepala daerah yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Jokowi, saat ini lembaga antirasuah melakukan operasi senyap itu hampir setiap pekan.

"Hati-hati, karena setiap bulan, setiap minggu pasti ada, saya juga sangat sedih lho, jangan dipikir saya senang. Tengah malam, tahu-tahu dapat berita, pagi-pagi dapat berita (penangkapan kepala daerah)," ujar Jokowi saat menghadiri‎ Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (Apkasi), di BSD, Tangerang, Jumat (6/7/2018).

Kepala Negara mengatakan, dirinya telah mengimbau kepala daerah untuk tidak terlibat dalam korupsi. Terakhir, imbauan ini langsung disampaikan Jokowi kepada para bupati dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis 5 Juli 2018.

"Kemarin saya sudah bertemu dengan beberapa bupati di Istana, saya berterima kasih untuk masukan-masukan yang perlu kita tindaklanjuti secara detail dan semuanya pada posisi blak-blakan," papar Jokowi.

Jokowi membenarkan bahwa OTT adalah momok yang paling menangkutkan bagi kepada daerah dalam memimpin jalannya pemerintahan. "Tapi yang paling takut, seperti tadi disampaikan Pak Ketua (Apkasi), sekarang ini banyak gubernur, bupati wali kota yang ditangkap KPK," lanjut Jokowi.

Presiden Jokowi Silaturahmi dengan Bupati di Istana Bogor

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta kepala daerah untuk tidak bermain-main dengan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah, dan juga tidak menerima gratifikasi yang berpotensi dihasilkan dalam setiap anggaran di daerah.

"Hati-hati, jangan bersentuhan dengan hal yang tadi saya sampaikan, kalau enggak bersentuhan, enggak perlu yang namanya takut, enggak perlu namanya khawatir," ucap Jokowi.

Terbaru, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Bener Meriah Ahmadi dan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Keduanya diduga terlibat suap proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Dalam kasus ini, diduga setiap anggaran untuk proyek yang dibiayai dari DOKA akan dipotong 10 persen dari total jumlah anggaran otonomi khusus diterima Aceh tahun ini Rp8,03 triliun. Untuk pejabat di tingkat provinsi akan menerima fee sebesar 8 persen dan 2 persen untuk tingkat kabupaten.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini