Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Jepang Hampir Mencapai 100 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 12:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 09 18 1919786 korban-tewas-akibat-banjir-dan-longsor-di-jepang-hampir-mencapai-100-orang-VzccvAhgf8.jpg Foto: Reuters.

MIHARA – Tim penyelamat di Jepang menggali lumpur dan puing-puing untuk mencari penyintas yang selamat setelah hujan deras diikuti banjir dan longsor menyebabkan hampir 100 orang tewas dan puluhan lainnya hilang.

Setelah hujan yang mengguyur wilayah barat Jepang sejak pekan lalu mereda, langit biru muncul dengan sengatan matahari yang membuat suhu meningkat menjadi lebih dari 30 derajat Celcius. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan serangan panas di wilayah yang terputus dari aliran air dan listrik.

"Kita tidak bisa mandi, toilet tidak berfungsi dan persediaan makanan kita hampir habis," kata Yumeko Matsui, warga Kota Mihara yang tidak mendapatkan aliran air sejak Sabtu.

BACA JUGA: Hujan Lebat Ekstrem Tewaskan Sedikitnya 66 Jiwa di Jepang

"Air kemasan dan teh botol semuanya hilang dari mini market dan toko-toko lain," kata perempuan berusia 23 tahun itu.

Media Jepang melaporkan, sekira 12.700 warga tidak mendapatkan pasokan listrik, sementara puluhan ribu lainnya terputus dari suplai air pada Senin.

Reuters, Senin (9/7/2018) mewartakan, jumlah korban jiwa akibat hujan dilaporkan telah mencapai sedikitnya 94 orang, sementara jutaan orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang tergenang air. Ini merupakan jumlah korban jiwa tertinggi kedua sejak 98 orang meninggal dunia akibat bencana topan pada 2004.Sedikitnya 58 orang lain masih dilaporkan hilang.

BACA JUGA: 48 Jiwa Tewas dan 47 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Jepang

Meski perintah evakuasi tidak lagi diumumkan, pejabat departemen penanggulangan bencana mengatakan bahwa sekira dua juta orang masih diminta untuk menjauhi rumah mereka.

Pusat manajemen darurat telah dibentuk di kantor perdana menteri, dengan sekira 54.000 anggota tim penyelamat dari militer, polisi, dan departemen pemadam kebakaran melakukan pencarian dan penyelamatan di bagian barat dan barat daya Jepang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini