nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Banjir Jepang Bertambah Jadi 122, Kemungkinan Temukan Penyintas Tipis

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 10:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 10 18 1920270 korban-tewas-banjir-jepang-bertambah-jadi-122-kemungkinan-temukan-penyintas-tipis-DhTsNxuWGv.jpg Foto: AFP.

TOKYO – Jumlah korban tewas akibat hujan deras disusul banjir dan longsor di Jepang kembali bertambah menjadi 122 orang pada Selasa. Harapan bagi tim penyelamat untuk menemukan korban yang masih hidup juga semakin menipis seiring dengan berjalannya waktu.

Hujan yang telah turun selama sepekan terakhir akhirnya mereda pada Senin, namun puluhan orang dilaporkan masih hilang. Tim penyelamat telah dapat mencapai daerah-daerah yang sebelumnya terputus dan tidak dapat dijangkau di mana dikhawatirkan lebih banyak jasad korban tewas akan ditemukan.

BACA JUGA: Hujan Lebat Ekstrem Tewaskan Sedikitnya 66 Jiwa di Jepang

Perdana Menteri Shinzo Abe telah membatalkan empat perjalanannya resminya ke luar negeri dan direncanakan akan mengunjungi daerah yang terkena dampak bencana pekan ini.

Lebih dari 70.000 pekerja telah dikerahkan untuk menggali menembus banjir dan longsor yang telah mengubah lanskap di sebagian wilayah Jepang bagian tengah dan barat. Tetapi, setelah empat hari berlalu sejak bencana hujan terburuk itu mulai turun, harapan untuk menemukan penyintas dan korban yang masih hidup semakin menipis.

"Ada kemungkinan korban yang selamat akan ditemukan, tetapi karena beberapa hari telah berlalu kemungkinan semakin menipis,” kata seorang tentara sebagaimana dikutip AFP, Selasa (10/7/2018).

Juru bicara pemerintah Yoshihide Suga mengatakan, 73.000 polisi, petugas pemadam kebakaran dan tentara ikut ambil bagian dalam upaya penyelamatan. Pemerintah juga mengerahkan 700 helikopter dikerahkan untuk membantu upaya tersebut.

BACA JUGA: Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Jepang Hampir Mencapai 100 Orang

Pejabat pemerintah di Kota Kurashiki yang terkena dampak banjir terburuk mengatakan, truk pompa telah digunakan untuk mengakses beberapa bagian yang sulit dijangkau. Dengan hujan yang akhirnya berhenti pada Senin, banjir akhirnya mulai surut.

Meski begitu, pihak berwenang tetap meminta warga waspada akan kemungkinan terjadinya longsor. Masih terputusnya aliran listrik dan pasokan air bersih di beberapa daerah juga memunculkan masalah baru bagi para korban.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini