Sedangkan perbaikan kultur diwujudkan dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan eksesif. Lalu, manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial dengan mengangkat prestasi - prestasi Polri dan menetralisir berita negatif, termasuk hoax.
"Berbagai upaya perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri melalui Program Promoter telah memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Sebagai tindak lanjut dari program reformasi internal yang telah dilaksanakan sebelumnya, Program Promoter dibangun melalui pendekatan profesionalisme dan modernisasi guna meraih kepercayaan publik," papar dia.
Selama dua tahun penerapannya, Tito mengklaim bahwa Promoter telah membuahkan hasil dan tren positif di masyarakat. Menurutnya, Polri sempat menjadi lembaga yang paling tidak dipercaya publik. Oleh sebab itu, dia meminta kepada jajarannya langsung melakukan perbaikan internal.
Kini Polri, kata Tito, berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, telah berada pada tiga besar lembaga dengan kepercayaan publik terbaik. "Implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Public trust terhadap institusi Polri terus meningkat," tutup Tito.
(Fiddy Anggriawan )