Bandara Gamar Malamo Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Dukono

Subhan Sabu, Okezone · Rabu 18 Juli 2018 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 18 340 1924071 bandara-gamar-malamo-ditutup-sementara-imbas-erupsi-gunung-dukono-vezaI9WZUM.jpg Ilustrasi pesawat (Foto: Ist)

DOKULAMO – Akibat dampak dari erupsi dan aktivitas Gunung Dukono (Dukono Volcanic Ash), di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara bagian Utara, Maluku Utara, layanan penerbangan dari dan ke Bandar Udara Gamar Malamo, Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara (GLX) mengalami pembatalan (cancel flight).

Hal ini sesuai pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam) nomor C7666 yaitu operasional bandar udara di Galela ditutup pada 18 Juli 2018 pukul 11.01 WIT hingga 19 Juli 2018 pada 11.00 WIT.

 Gunung Dukono

Akibatnya sejumlah layanan penerbangan mengalami pembatalan, salah satunya dialami oleh Wings Air. Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, operasional Wings Air akan menyesuaikan dengan keputusan otoritas bandar udara dan airport dinyatakan aman (safety).

Layanan penerbangan Wings Air yang terkena dampak, sebagai berikut:

• IW 1182 rute Manado – Galela

• IW 1183 rute Galela – Manado

Sehubungan pembatalan penerbangan hari ini, Wings Air telah menawarkan solusi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak, yaitu penjadwalan ulang keberangkatan di hari berikutnya (reschedule), pengalihan melalui rute lain (reroute) dan melakukan pengembalian dana tiket ke agen (refund back to agent).

"Wings Air telah menyampaikan informasi kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan selalu memperbarui sesuai perkembangan," ujar Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/7/2018).

 Gunung Dukono

Kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan. Wings Air menginformasikan bahwa material abu vulkanik atau volcanic ash dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan.

"Wings Air bekerja sama sepenuhnya dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara dan AirNav sebagai pengatur lalu lintas udara setempat dan akan berupaya meminimalisir dampak yang timbul dari kondisi tersebut, agar operasional penerbangan Wings Air lainnya tidak terganggu," pungkas Danang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini