Helikopter Apache AH-64 dapat digunakan di berbagai medan seperti hutan dan pegunungan. Dalam sekali melalukan penerbangan jarak tempuh terjauhnya sejauh 500 mil.
"Itu mungkin dari Semarang sampai ujung Jawa," jelasnya.
TNI AD patut berbangga diri dengan memiliki helikopter canggih tersebut. Pasalnya, di Asia Tenggara sendiri satu-satunya negara pemilik Helikopter Apache tipe Eco ini hanya Indonesia. Sementara untuk cakupan lebih luas yakni Asia, baru tiga negara saja yakni Taiwan dan Korea Selatan.
TNI AD hanya Memiliki 10 Pilot Helikopter Apache AH-64
Untuk mengoperasikan helikopter Apache dibutuhkan dua orang awak pemudi. Karena kecanggihan alat transportasi udara itu membuat seorang pilot harus menempuh pendidikan yang cukup lama di negeri paman sam.

TNI AD mengirim 20 penerbang terbaiknya ke Amerika dan dilatih di US Army Flight School, lalu menjalani masa pendidikan sekitar delapan sampai dengab 10 bulan.
Dengan jumlah heli yang dimiliki Indonesia sebanyak delapan unit, maka dibutuhkan 16 pilot untuk mengawaki kendaraan tersebut. Kini, pilot yang sudah menyelesaikan pendidikannya di sana hanya baru 10 penerbang.
Meski telah kembali pulang ke Tanah Air, sepuluh pilot itu masih terus menjalani pelatihan dan didampingi instruktur dari Amerika Serikat selama dua tahun untuk menambah jam terbang mereka.
"Jadi ini memang pesawat baru buat kita dan kita perlu familiar. Tergantung kebutuhan (jam terbang), dalam artian bisa satu pesawat sejam, dua jam, tiga jam. Tapi untuk saat ini satu sampai 1,5 jam terbang sehari," tandasnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.