Dubes AS untuk PBB: Negara-Negara Islam Cuma Bisa Banyak Bicara Soal Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 25 Juli 2018 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 25 18 1926996 dubes-as-untuk-pbb-negara-negara-islam-cuma-bisa-banyak-bicara-soal-palestina-w67Ic3FS7z.jpg Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley mengkritik negara-negara Arab dan Islam yang dianggapnya hanya ‘omong doang’ dalam mendukung Palestina. Haley mengatakan, beberapa negara seperti Mesir, Kuwait dan Uni Emirat Arab hanya bisa banyak bicara soal dukungan untuk Palestina tanpa memberikan dana lebih besar untuk membantu negara itu.

Selain ketiga negara itu, Haley juga menyebut berapa banyak yang diberikan oleh Aljazair, Tunisia, Pakistan, Oman, Iran dan Turki kepada badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) yang benar-benar membantu para pengungsi tersebut. AS yang sebelumnya merupakan donor terbesar UNRWA telah memotong dana bantuannya untuk badan tersebut dari USD365 juta yang dijanjikan menjadi USD60 juta.

BACA JUGA: PBB Gagal Dapatkan Bantuan Dana Baru Bagi Pengungsi Palestina

"Tidak ada kelompok negara yang lebih murah hati dengan kata-kata mereka daripada tetangga Arab Palestina, dan negara-negara anggota OKI lainnya," kata Haley dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai isu Timur Tengah sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (25/7/2018).

“Tetapi semua kata yang diucapkan di sini di New York tidak memberi makan, pakaian, atau mendidik satu anak Palestina pun. Yang mereka lakukan adalah membuat komunitas internasional gusar, ” lanjutnya.

Dia juga menunjuk pada Rusia dan China yang bicara mengenai “hal besar mengenai perjuangan Palestina” tetapi hanya menyumbang USD350 ribu dan USD 2 juta kepada UNRWA pada 2017.

Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, komentar Haley itu telah menghina sekutu-sekutu AS “dengan cara yang arogan.

Berdasarkan laporan kantor berita kemanusiaan, IRIN, UAE dan Kuwait, dua negara yang disebut oleh Haley tidak banyak berkontribusi untuk Palestina, berada di peringkat lima besar donor bantuan dengan sumbangan paling besar dengan perbandingan pendapatan nasional. AS sendiri berada di peringkat 16 dalam laporan tersebut.

Meski begitu, Duta Besar UEA untuk PBB, Lana Nusseibeh setuju dengan Haley bahwa diperlukan aksi nyata untuk membantu rakyat Palestina. Dia menambahkan, dalam hal ini, negaranya telah melakukan perannya.

BACA JUGA: Dubes AS Tuding PBB Perusak Perdamaian Israel dan Palestina

"Dengan total donasi kami lebih dari USD125 juta hanya tahun lalu, kami percaya bahwa kami melakukan bagian kami untuk memenuhi kebutuhan mendesak rakyat Palestina," ujarnya.

Presiden Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Swedia Olof Skoog mengatakan, saat ini tidak ada rencana yang kredibel mengenai proses perdamaian di Timur Tengah. Sementara penasihat senior Washington untuk masalah Timur Tengah, Jared Kushner mengatakan bahwa AS, sebagai salah satu aktor penting proses perdamaian di wilayah itu, akan mengumumkan rencana perdamaiannya dalam waktu dekat.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini