Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

LSI Denny JA: Jokowi Tak Sekuat SBY saat Pilpres 2009

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 25 Juli 2018 |18:03 WIB
LSI Denny JA: Jokowi Tak Sekuat SBY saat Pilpres 2009
Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan posisi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon petahana di Pilpres 2019 masih belum aman.

Peneliti LSI Denny JA Rully Akbar mengatakan, Jokowi tak sekuat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi petahana di Pilpres 2009. Menurut Rully, SBY telah mengantongi elektabilitas di atas 50 persen.

"Sementara suara Jokowi masih di sekitar 50 persen dan cenderung mengalami penurunan. Jokowi tidak sekuat SBY di Pemilu 2009," kata Rully dalam rilis hasil survei 'Empat Isu Partai dan Ketua Umum: Sebelum dan Sesudah Pilkada' di kantor LSI Denny JA, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Rully menilai, Demokrat akan menjadi partai penentu apakah terdapat poros ketiga dalam Pilpres 2019 mendatang. Ia pun menilai bahwa pertemuan elite Demokrat dan Gerindra belum memutuskan untuk deal apapun.

"Soal Gerinda dan Demokrat kemarin, itu hanya upaya penguatan dari pengusung partai non Jokowi," ujarnya.

Rully memaparkan, saat ini koalisi partai non Jokowi yang permanen hanya diisi oleh Gerindra dan PKS. Kedua partai ini telah 'bersekutu' dengan berkoalisi di sembilan Pilgub pada Pilkada serentak 2018 kemarin.

Ia melanjutkan, PKS akan meminta jatah Cawapres kepada Prabowo Subianto. Sebab, pada Pilpres 2014 lalu PKS telah mengalah dengan mengusung Prabowo-Hatta.

"Ini mungkin momen PKS, (karena) yang kemarin sudah mengalah dan ini mempunyai positioning meminta jatah Cawapres ya. Tapi Demokrat bukan partai kecil, dia punya Pak SBY sebagai figur besar sudah dua kali jadi Presiden," paparnya.

Ia menambahkan, koalisi Gerindra dan PKS masih akan terus menggodok sosok Cawapres yang akan mendampingi Prabowo agar dapat memenangkan Pilpres 2019 mendatang.

Rully memprediksi PKS takkan meninggalkan Prabowo bila menunjuk Cawapres di luar partainya lantaran posisinya sebagai penggagas tagar #2019GantiPresiden di masyarakat.

"Kalau hitungan kursi ya otomatis banyak Demokrat tapi kalau politis bisa berbeda. Kalau politis ini lain hal. Karena PKS sudah jadi patner setianya Gerindra dan juga mengusung Pilpres 2014 kemarin," tandasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement