Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bila pendekatan keamanan saja yang diutamakan, maka negara akan menempatkan personil militer dan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) di sepanjang 2000 km perbatasan antara Kalimantan dengan Malaysia.
“Lebih efisien mana kalau kita bangun basis perekonomian di daerah itu?” katanya lagi.

Atas dasar pertimbangan itu pula lah, tahun ini pemerintah membangun empat pasar bernama Toko Indonesia di Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia.
“Sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakatnya terjamin, hidup dengan baik,” kata Moeldoko.
Pelibatan masyarakat di perbatasan dalam menjaga kedaulatan negara itu, ia sebut dengan konsep Public Private People Partnership. “Masyarakat dilibatkan secara aktif dalam pembangunan, jadi menimbulkan sense of belonging,” timpal Moeldoko.