Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diancam Anggota Geng, "Saya Harus Membesarkan Anak Ini, Kalau Menolak Akan Dibunuh"

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Sabtu, 28 Juli 2018 |11:01 WIB
Diancam Anggota Geng,
Perempuan dipaksa mengasuh anak-anak orang lain di bawah pengawasan anggota geng (Oliver De Ros/BBC)
A
A
A

DAMARY sedang menyiapkan makan malam ketika mendengar pintu depan tiba-tiba diketuk. Perempuan berusia 23 tahun ini sedang tidak mengharapkan tamu.

Ia meletakkan mangkuk dan bergegas menuju pintu. Saat pintu dibuka, seorang laki-laki berdiri sambil memegang bayi yang diselimuti kain berwarna hijau. Laki-laki ini masih belia, sekitar 16 tahun usianya.

Damary tahu bahwa remaja belia ini adalah anggota geng yang beroperasi di daerahnya. "Seseorang ingin berbicara kepadamu," kata remaja ini seraya menyodorkan telepon genggam.

Damary langsung mengenali suara di ujung telepon. Ia adalah anggota geng yang dijebloskan ke pejara satu tahun lalu.

"Kamu tahu, bayi ini milik siapa. Kamu harus mengasuh bayi ini dengan baik. Kamu tahu apa yang terjadi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap bayi ini. Kami mengawasimu," kata suara di ujung telepon.

Damary menerima bayi ini tanpa mengajukan pertanyaan dan menuju ruang tamu. Ia terduduk dan menangis.

Damary punya anak perempuan berusia tiga tahun dan sekarang tiba-tiba saja dipaksa mengasuh bayi, yang ia perkirakan baru berusia lima hari. Bagaimana ia melakukan semua ini sementara ia tidak bekerja?

(foto Oliver De Ros/BBC)

Ia merasa tak punya uang yang cukup untuk membesarkan dua anak.

Ibu Damary, yang tinggal serumah, mencoba menenangkannya. "Sudahlah, terima saja nasib. Anggap saja bayi ini sebagai berkah," begitu kata ibu Damary.

Waktu berlalu dan bayi tersebut sekarang berusia dua tahun.

Seperti halnya anak-anak lain di kampung miskin di San Salvador, kota terbesar di El Savador, Amerika Tengah, ia sering bermain di luar rumah bersama anak-anak lain.

Ia memanggil Damary 'mama'.

Yang menyedihkan adalah ia tak punya surat lahir. Tak ada yang tahu kapan dan di mana ia lahir. Bagaimana nanti ia mendaftar ke sekolah? Bagaimana jika perlu perawatan rumah sakit?

Apa yang harus dilakukan Damary ketika pihak berwenang bertanya tentang surat kelahirannya?

Terlepas dari ketiadaan dokumen resmi ini, Damary menganggap anak titipan ini layaknya anak sendiri. Ia mencintainya sama seperti ia mencintai anaknya yang pertama. Ia mengasuhnya dengan sepenuh hati.

Juni 2017. Kami sedang mengobrol bersama Damary ketika teleponnya berdering. Ia beranjak dan beberapa menit kemudian kembali. "Telepon dari penjara?" tanya saya.

Ia mengiyakan. "Mungkin ada yang melihat kita. Tak masalah. Ia hanya bertanya apakah anak yang saya asuh baik-baik saja," jawab Damary.

Ia sering menerima telepon seperti ini. Anggota geng yang dipenjara ingin memastikan anak yang diasuh Damary tak menemui masalah.

Geng-geng penjahat di El Salvador punya pengaruh yang besar di kampung-kampung miskin.

Tapi model pemaksaan pengasuhan anak seperti ini membuat warga di kampung miskin semakin merana. Tidak ada bantuan finansial untuk membesarkan anak-anak titipan.

Polisi berpatroli di wilayah kekuasaan anggota geng (Oliver De Ros/BBC)

Saya berkunjung ke salah satu kampung, sebut saja Barrio 18 (saya tak bisa mengungkap nama asli karena alasan keamanan) pada 2016.

Barrio 18 sebenarnya bukan kawasan terpencil karena terletak tak jauh dari ibu kota San Salvador. Polisi dan tentara sering melakukan patroli dan penggeledahan yang kadang diwarnai baku tembak.

Tapi aparat keamanan ini sepertinya tak berdaya menancapkan kekuasaan mereka di sini.

Penguasa sejati Barrio 18 adalah kelompok penjahat bernama Geng Revolusioner. Merekalah yang menentunkan siapa yang boleh masuk, pindah, membayar uang perlindungan, dan berbagai urusan lain.

Mereka pula yang menentukan siapa yang boleh hidup dan siapa yang harus dibunuh.

Aturan yang mereka terapkan mencakup pula pakaian yang harus dikenakan warga, sekolah yang dibolehkan, musik yang harus diputar di jalan dan kapan orang boleh mengkonsumsi minuman keras di petang hari.

Aturan ini diterapkan dengan tangan besi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement