Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tolak Bebaskan Pastor AS, Washington Jatuhkan Sanksi pada 2 Pejabat Turki

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 02 Agustus 2018 |09:55 WIB
Tolak Bebaskan Pastor AS, Washington Jatuhkan Sanksi pada 2 Pejabat Turki
Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu (kiri) dan Menteri Kehakiman Turki, Abdulhamit Gul akan dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS. (Foto: AP)
A
A
A

WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menarget dua pejabat pemerintah Turki untuk dikenai sanksi, menyusul penolakan Turki untuk membebaskan seorang pastor warga negara AS yang ditahan.

Langkah itu diumumkan Departemen Keuangan AS pada Rabu, 1 Agustus. Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan AS mengatakan, Menteri Kehakiman Turki, Abdulhamit Gul dan Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu adalah target yang dikenai sanksi.

BACA JUGA: Pastor AS Masih Ditahan Ankara, Trump Ancam Jatuhkan Sanksi Berat Terhadap Turki

Sanksi itu berupa pembekuan aset-aset AS yang dimiliki oleh kedua pejabat pemerintah Turki itu dan melarang warga AS melakukan transaksi keuangan dengan mereka.

Pernyataan Departemen Keuangan mengatakan, Gul dan Soylu memainkan peran utama dalam organisasi yang bertanggung jawab atas penangkapan dan penahanan Pastor Andrew Brunson, yang telah ditahan selama 21 bulan atas tuduhan terorisme.

BACA JUGA: Tolak Bebaskan Pastor AS, Turki Siap Hadapi Sanksi Trump

"Penahanan yang tidak adil terhadap Pendeta Brunson dan penuntutan terus menerus oleh para pejabat Turki tidak dapat diterima. Presiden Trump telah sangat jelas menyatakan, Amerika berharap Turki membebaskannya segera," kata Menteri Keuangan, Steven Mnuchin.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo juga memberi komentar, dan dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa, "Pemerintah Turki menolak untuk membebaskan Pendeta Brunson, setelah berlangsung sejumlah percakapan antara Presiden Trump dan Presiden Erdogan, dan percakapan saya dengan Menteri Luar Negeri Turki, Cavusoglu. Presiden Trump menyimpulkan bahwa sanksi ini adalah tindakan yang tepat."

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement