Share

DPR AS Akui Pembunuhan Massal Kristen Armenia Sebagai Genosida

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 30 Oktober 2019 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 18 2123470 dpr-as-akui-pembunuhan-massal-kristen-armenia-sebagai-genosida-q11seqBv04.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON โ€“ DPR Amerika Serikat (AS) telah mengambil suara dengan hasil sangat mendukung untuk mengakui pembantaian massal warga Armenia oleh Kerajaan Ottoman Turki pada Perang Dunia I sebagai โ€œgenosidaโ€. Pengakuan itu merupakan isu yang sensitif, terutama di tengah hubungan AS dan Turki yang tengah memanas.

Resolusi itu disahkan dengan suara 405 berbanding 11.

Ketua DPR Nancy Pelosi bergabung dengan rekan-rekannya "untuk mengenang salah satu kekejaman besar abad ke-20". Sementara kandidat calon presiden Joe Biden mengatakan bahwa hasil pemungutan suara itu merupakan penghormatan terhadap para korban.

BACA JUGA: Turki Didesak Akui Genosida 1,5 Juta Warga Kristen Armenia

"Dengan mengakui genosida ini, kita menghormati kenangan para korbannya dan bersumpah: tidak akan pernah lagi (terjadi)," kata Biden sebagaimana dilansir BBC, Rabu (30/10/2019).

Tetapi Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pemungutan suara itu merupakan balas dendam atas serangan militer Ankara di Suriah utara. Cavusoglu menyebut pemungutan suara itu "batal demi hukum", menghubungkannya dengan serangan militer Turki terhadap pejuang Kurdi di Suriah utara.

Pengunjuk rasa memegang lilin dan foto korban pembantaian warga Armenia oleh Kesultanan Ottoman dalam acara peringatan di Istanbul Turki. (Foto: Reuters)

Turki menganggap pasukan Kurdi di Suriah sebagai teroris. Pasukan Kurdi telah bersekutu dengan AS dalam memerangi kelompok Negara Islam (IS).

"Mereka yang proyeknya dibuat frustrasi berpaling pada resolusi kuno. Lingkaran yang percaya bahwa mereka akan membalas dendam dengan cara ini adalah salah. Keputusan memalukan dari mereka yang mengeksploitasi sejarah dalam politik adalah batal demi hukum untuk Pemerintah dan rakyat kita," kata Cavusoglu.

BACA JUGA: PM Turki Sebut Jerman Konyol jika Setujui Genosida Armenia

DPR AS juga memberikan suara sangat besar menyerukan Presiden Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi pada Turki dan beberapa pejabatnya atas ofensif terhadap Kurdi.

Meski ada kesepakatan umum bahwa ratusan ribu orang Armenia tewas ketika Turki Ottoman mendeportasi mereka secara massal dari Anatolia timur ke padang pasir Suriah dan tempat lain di tengah kancah Perang Dunia I pada 1915-16. Turki menyangkal ada kampanye sistematis untuk membantai warga Armenia tersebut sebagai kelompok, dan mengklaim mereka terbunuh atau mati karena kelaparan dan penyakit.

Jumlah total orang Armenia yang tewas masih diperdebatkan. Armenia mengatakan 1,5 juta orang meninggal dalam peristiwa itu, sementara Turki memperkirakan totalnya adalah 300.000. Menurut Asosiasi Internasional Sarjana Genosida (IAGS), jumlah korban tewas mencapai "lebih dari satu juta".

Pertikaian tentang apakah kematian itu merupakan genosida atau bukan adalah tentang masalah pra-perencanaan, sejauh mana pembunuhan itu diatur. Banyak sejarawan, pemerintah dan orang-orang Armenia percaya bahwa kematian itu telah diatur oleh pemerintah Ottoman menjadikannya sebagai sebuah genosida, tetapi tetapi sejumlah peneliti mempertanyakan dugaan tersebut.

Pemerintah Turki mengakui bahwa kekejaman telah dilakukan tetapi berpendapat bahwa tidak ada upaya sistematis untuk menghancurkan orang-orang Kristen Armenia. Turki mengatakan banyak Muslim Turki yang tidak bersalah juga tewas dalam kekacauan perang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini