nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Ditentang AS, Turki Terima Pengiriman Pertama Sistem Rudal S400 Rusia

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 13 Juli 2019 13:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 13 18 2078421 meski-ditentang-as-turki-terima-pengiriman-pertama-sistem-rudal-s400-rusia-W0SO52UPis.jpg Foto: Reuters.

ISTANBUL – Turki telah menerima bagian pertama dari sistem pertahanan rudal canggih S-400 buatan Rusia pada Jumat, 12 Juli. Langkah tersebut kemungkinan akan memicu kemarahan Amerika Serikat (AS) dan kritik dari sekutu-sekutunya di NATO yang telah menentang pembelian senjata tersebut.

Keterangan Kementerian Pertahanan Turki yang dilansir Reuters mengatakan bahwa bagian pertama dari sistem S-400 itu telah diterbangkan ke pangkalan udara militer Murted di barat laut Ankara, sekaligus menyegel kesepakatan Turki dengan Rusia yang telah coba dicegah oleh Washington selama berbulan-bulan.

Washington telah mengancam akan menjatuhkan sanksi terbatas pada Turki jika tetap melakukan kesepakatan pembelian senjata tersebut dengan Rusia. Pejabat Sementara (Plt.) Menteri Pertahanan Mark Esper mengatakan posisi AS tidak berubah.

"Kami menyadari Turki menerima pengiriman S-400, posisi kami mengenai F-35 tidak berubah," kata Esper kepada wartawan sehari sebelumnya. Dia mengatakan bahwa akan ada informasi yang menyusul dia berbicara dengan rekan Turki-nya. .

AS menentang pembelian S-400 Turki dengan alasan bahwa perangkat Rusia tersebut tidak kompatibel dengan sistem NATO dan bahwa akuisisi tersebut dapat menyebabkan Turki dikeluarkan dari program jet tempur F-35. Namun, Istanbul tidak terpengaruh.

"Hari ini tiga pesawat kargo tiba," kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar kepada kantor berita Anadolu. Dia menambahkan bahwa pengiriman akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

Stasiun penyiaran Turki menunjukkan rekaman besar pesawat kargo Rusia AN-124 yang membongkar peralatan di pangkalan udara.

Pengiriman kedua melalui udara akan segera dilakukan, kata kantor berita Rusia TASS mengutip sumber diplomatik militer yang tidak disebutkan namanya. Sumber itu juga mengatakan bahwa pengiriman ketiga - dari 120 peluru kendali - akan dilakukan dengan kapal pada akhir musim panas.

Dua puluh prajurit Turki menerima pelatihan dari Rusia pada Mei-Juni dan 80 prajurit Turki lainnya akan menerima pelatihan untuk menggunakan sistem S-400.

Turki mengatakan sistem itu merupakan persyaratan pertahanan strategis, terutama untuk mengamankan perbatasan selatannya dengan Suriah dan Irak. Dikatakan bahwa ketika membuat kesepakatan dengan Rusia untuk S-400, AS dan Eropa belum menyajikan alternatif yang layak.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini