nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dihujani 150 Roket Hamas, Israel Lancarkan Serangan ke Gaza

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 09 Agustus 2018 11:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 09 18 1933967 dihujani-150-rudal-hamas-israel-lancarkan-serangan-ke-gaza-ZpDDaXom9H.jpg Foto: Reuters.

GAZA – Hamas menghujani Israel dengan 150 tembakan roket dari Gaza pada Rabu, di tengah proses perundingan gencatan senjata antara kedua belah pihak. Serangan Hamas tersebut memicu pembalasan dari Israel yang mengirimkan jet tempurnya menghantam 12 sasaran di sepanjang Jalur Gaza.

Berdasarkan keterangan dari tentara Israel yang dilansir Reuters, Kamis (9/8/2018), kekerasan yang terjadi pada Rabu dimulai saat militan Hamas menembaki kendaraan insinyur Israel yang dibalas dengan tembakan tank. Beberapa jam kemudian, Hamas menembakkan 70 roket ke wilayah Israel dan jet tempur Israel menghantam setidaknya belasan sasaran di Gaza.

BACA JUGA: Israel Bunuh Seorang Warga Palestina dan Lukai 220 Lainnya di Tengah Upaya Gencatan Senjata

Dinas penyelamat mengatakan, setidaknya dua warga Israel terluka oleh serangan roket tersebut. Sementara di pihak Palestina, seorang militan Hamas dan seorang wanita Palestina dan anaknya yang berusia 18 bulan dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel. Setidaknya lima warga sipil lainnya di Gaza juga mengalami luka-luka.

Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay Mladenov mengatakan, dia prihatin dengan peningkatan kekerasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Mladenov mengatakan, PBB bekerja sama dengan Mesir untuk upaya agar kedua belah pihak menghindari konflik yang serius, tetapi mengingatkan situasi dapat memburuk secara drastis sewaktu-waktu.

BACA JUGA: Gempur Gaza, Israel Lancarkan Serangan Udara Terbesar sejak 2014

Seorang anggota senior Hamas mengatakan, pembicaraan untuk mengurangi ketegangan yang di mediasi oleh PBB dan Mesir berada pada "tahap lanjutan". Pernyataan serupa disuarakan oleh seorang anggota senior parlemen Israel yang mengatakan, pembicaraan menunjukkan kemungkinan terjadinya terobosan setelah empat bulan konfrontasi dan bentrokan yang memicu ancaman perang bersama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini