Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang Kembali Memoar Pejuangan Pahlawan Kemerdekaan di Surabaya

Hambali , Jurnalis-Minggu, 12 Agustus 2018 |22:37 WIB
Mengenang Kembali Memoar Pejuangan Pahlawan Kemerdekaan di Surabaya
A
A
A

TANGERANG - Salah satu sejarah perlawanan bangsa Indonesia yang paling heroik dalam melawan penjajah dan sekutu adalah peperangan di Surabaya tahun 1945. Meskipun banyak jatuh korban jiwa, namun peristiwa itu menunjukkan semangat luar biasa para pejuang demi memerdekakan bangsa.

Perang Surabaya sendiri terjadi usai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Inggris dan Belanda yang tak mengakui kemerdekaan Indonesia, kembali ke Tanah Air dan berniat kembali mengakuisisi Indonesia.

Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Setidaknya, 6.000 - 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 2.00.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Korban dari pasukan Inggris kira-kira sejumlah 600 - 2000 tentara. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang.

Segala perjuangan tersebut dirangkum dalam satu film bertajuk "Battle Of Surabaya". Film tersebut diawali dengan visualisasi dahsyat saat pengeboman kota Hiroshima oleh sekutu yang menandakan Jepang telah menyerah. Berikutnya, disusul pertempuran sengit yang menjadikan langit Kota Surabaya memerah, akibat efek peristiwa insiden bendera dan kedatangan Sekutu (Inggris) yang ditumpangi Belanda.

Ditampilkan juga gesekan kelompok pemuda Kipas Hitam dengan Pemuda Republiken dalam alur cerita itu. Selanjutnya, kisah riil mengenai heroisme Bung Tomo, Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Moestopo, dan tokoh-tokoh lain ditonjolkan dalam membangkitkan semangat arek-arek Surabaya ketika menghadapi ultimatum Inggris.

Patriotisme membela bangsa itu, kini ditularkan pula kepada generasi-generasi penerus bangsa melalui berbagai cara. Salah satunya, memupuk kesadaran cinta tanah air dengan memaknai suatu film perjuangan berjudul "Battle Of Surabaya".

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement