Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tidak Prioritaskan Penumpang, Pengelolaan Taksi di Bandara Dikhawatirkan Kian Memburuk

Antara , Jurnalis-Senin, 13 Agustus 2018 |12:23 WIB
Tidak Prioritaskan Penumpang, Pengelolaan Taksi di Bandara Dikhawatirkan Kian Memburuk
(Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Fenomena “gunung es” pengelolaan taksi di sejumlah Bandar Udara (Bandara/Airport) Indonesia dikhawatirkan kian memburuk. Butuh perhatian serius dari regulator terutama operator bandara dengan menitikberatkan kepentingan konsumen.

”Konsumen sebagai pengguna taksi sering menjadi korban, baik karena mahalnya tarif taksi dan atau kualitas pelayanannya yang tidak standar. Fenomena ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, tanpa solusi jangka panjang,” ungkap Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Mengingat banyaknya bandara yang berstatus enclave sipil (pemanfaatan bandara militer untuk umum) di Indonesia maka Tulus mengusulkan sejumlah poin kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemerintah Daerah (Pemda), Angkasa Pura, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya untuk menjaga kepentingan konsumen.

 Jalan Slamet Riyadi Solo Dipenuhi Taksi pada Aksi Mogok Massal Sopir Taksi

Usulan-usulan dimaksud antara lain; memberikan akses lebih banyak taksi dari berbagai merek perusahaan taksi di bandara, terutama taksi yang berbasis argo meter. ”Semakin banyak perusahaan taksi, semakin kuat jaminan bagi konsumen untuk memilih,” ucapnya

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement