Anies tidak sependapat. Menurut sang gubernur "persoalannya bukan tentang air tanah atau tidak, tetapi apakah kita mengambil air tanah dengan benar dan mengembalikannya dengan benar."
Heri lantas menyebut solusi Anies tersebut "salah kaprah". Pasalnya sumur resapan yang ada di Jakarta hanya dapat mengembalikan air ke sumber air tanah dangkal, "yang kedalamannya hanya beberapa meter, atau beberapa puluh meter saja".
Alhasil, sumur resapan, dikatakan Heri tidak akan mengganti air tanah dalam, sehingga upaya yang dilakukan pemerintah provinsi DKI Jakarta itu, "sama sekali tidak mempengaruhi dan mencegah penurunan permukaan tanah".
(Qur'anul Hidayat)