Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembunuh Ibu 2 Anak di Depok Ternyata Suaminya Sendiri

Wahyu Muntinanto , Jurnalis-Senin, 13 Agustus 2018 |23:01 WIB
 Pembunuh Ibu 2 Anak di Depok Ternyata Suaminya Sendiri
Foto Ilustrasi shutterstock
A
A
A

DEPOK - Yuyun Yunengsih (41) selaku pemilik kontrakan mengatakan, jasad ibu dua anak Risma Sitinjak (30) tewas akibat dibunuh oleh suaminya Yerimia (31) dengan cara dicekik. Hal tersebut diakui pelaku dari balik jeruji sel tahanan Polresta Depok kepada dirinya sambil menangis.

"Dia mengakunya sih dicekik. Itu saya tahunya dari pelaku sendiri yang sudah ditangkap polisi. Saya ketemu di tahanan," kata Yuyun kepada wartawan di Depok, Senin (13/8/2018)

"Tadi siang ketemu sama pelaku di kantor polisi. Dia mengakunya mencekik istrinya sampai meninggal habis itu pergi. Ditangkapnya di Gunung Putri," lanjutnya.

Dari pengakuannya, Yuyun mengetahui bahwa motif Yerimia membunuh istrinya karena cemberut dan kerap merasa dibohongi.

"Dia bilang kalau sudah coba membicarakannya, tapi enggak bisa. Katanya sih dia cemburu dan sering dibohongi. Makannya dia membunuh istrinya," ungkap Yuyun dari keterangan suami korban di sel tahanan.

 mayat

Sementara itu, Hansip RT 05/RW05 Kampung Ciherang, Agus menuturkan sempat terjadi cek cok antara Risma dan Yeri sapan Yerimia sebelum tewasnya korban pada Rabu (8/8/2018) sekira pukul 01.00 WIB. Meski tidak mendengar secara pasti apa yang diributkan, Agus menyebut hampir 30 menit kejadian itu berlangsung.

"Rabu lalu mereka sempat ribut. Saya enggak tahu pasti mereka ribut kenapa. Tapi ributnya lumayan lama, ada setengah jam lah kayanya. Ribut lumayan kencang karena kedengaran sampai pos ronda," jelasnya.

Dia menjelaskan, pasangan suami istri yang telah dikaruniai dua anak ini memang jarang terlihat bersama.

"Mereka memang jarang bareng. Paling istrinya aja yang sering ada di rumah. Si Yeri jarang pulang karena narik ojek. Tapi bukan jarang pulang karena mabuk gitu ya. Orangnya mah biasa saja, enggak sombong atau gimana. Cuman jarang ada di rumah saja," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Okezone, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro membenarkan peristiwa itu dan mengaku telah menangkap pelaku pembunuhan ibu dua anak di Depok.

"Pelaku berhasil ditangkap oleh team gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya (PMJ), Polresta Depok dan Polsek Cimanggis mas," singkatnya.

 maat

Sebelumnya, Seorang ibu dua anak Risma Sitinjak (30) ditemukan tewas membusuk di rumah kontrakan di jalan Ciherang di RT 05/RW 05 Kelurahan Sukatani, Tapos, Depok pada Sabtu (11/8/2018) sekira pukul 21.30 WIB.

Diketahui wanita paruh baya itu, tinggal menyewa kontrakan tersebut bersama anak dan suaminya yang bekerja sebagai ojek online selama dua bulan.

"Ditemukan pas Sabtu kemarin sama kedua temannya. Mereka mendobrak pintu kontrakan karena mencium bau busuk. Apalagi pintu kontrakannya dikunci," kata Yuyun Yunengsih (41) selaku pemilik kontrakan di Tapos, Depok, Senin (13/8/2018).

Dia menjelaskan, jasad korban Risma ini ditemukan setelah kedua teman korban bertamu kerumah korban dan mencium aroma tak sedap dari dalam rumah, sehingga memutuskan untuk mendobrak pintu kontrakan bersama dengan anggota Hansip.

Namun tak disangka, setelah mendobrak pintu Risma ditemukan di kamarnya dengan mengenakan celana jeans berwarna hitam, dan baju lengan panjang berwarna merah.

"Pas ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Saya sih enggak lihat jasadnya, tapi katanya dalam keadaan rapi. Cuman jasadnya sudah membusuk, sudah bau lah," jelasnya.

Terungkap Dari Mimpi Sahabat

 

Menurut Yuyun, kasus kematian Risma bermula dari mimpi seorang sahabat korban bernama Mona (31). Dari cerita Mona kepada dirinya, korban datang melalui mimpi untuk memberi kabar, bahwa korban sudah lagi tidak hidup di dunia.

"Jadi ada teman perempuannya yang dimimpiin. Ibaratnya korban minta tolong jenazahnya ditemuin. Nah si teman perempuannya ini ngabarin ke dua teman pria yang juga kenal sama korban. Mereka datang ke kontrakan pas Sabtu kemarin (11/8/2018)," paparnya.

Kemudian, Mona menceritakan mimpi tersebut kepada dua orang teman pria Arga dan Deni untuk mengecek kerumah korban dari mimpinya itu. Saat tiba di kontrakan, pintu pagar kediaman ibu dua anak ini dalam keadaan digembok sehingga kedua teman korban masuk ke teras dengan cara memanjat pagar.

 mayat

Setelah mendobrak pintu, kedua teman Risma kaget karena menemukan jasad temannya sudah membengkak dan menghitam. Arga, seorang teman yang mendobrak pintu lalu berlari ke pos ronda yang terletak sekira 10 meter dari lokasi kejadian.

"Si Arga ini lari sambil teriak 'Ada mayat, ada mayat!' ke pos ronda. Karena dia teriak seperti itu langsung langsung saya tanya di mana mayatnya. Habis itu dia bilang di kontrakannya bu Risma," imbunya.

Mengetahui peristiwa pembunuhan itu, warga langsung menghubungi pihak kepolisian dn pihak kepolisian pangsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement