Kisah Pilu Junaidi, Bocah yang Bertahan Hidup dalam Tragedi Pesawat Jatuh di Papua

Chanry Andrew S, Sindo TV · Senin 13 Agustus 2018 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2018 08 13 340 1935718 kisah-pilu-junaidi-bocah-yang-bertahan-hidup-dalam-tragedi-pesawat-jatuh-di-papua-lZHnfNgFcl.jpg Jumaidi, Korban Selamat Pesawat Jatuh di Papua (foto: Ist)

Saat ini, Jumaidi (12) telah mendapatkan perawatan khusus dari pihak RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura. Kondisi korban menurut dokter setempat dalam kondisi stabil walaupun ada bagian tangan kanan korban yang patah.

“Korban atas nama Jumaidi 12 tahun yah, laki-laki, korban pesawat yang jatuh di Oksibil. Pasien masuk ke rumah sakit dengan hemodinamik stabil. Itu artinya tak ada pendarahan yang mengancam jiwanya,” jelas dr Hery Budiono.

Budiono menambahkan, ada cedera ringan di bagian kepala Jumaidi karena sempat kehilangan kesadaran setelah kejadian itu dan ada patah tulang tertutup di tangan kanan, atau lengan sebelah kanan.

“Pasien walau tak ada pendarahan serius, namun dari pemeriksaan awal kami temukan pasien mengalami cedera kepala ringan, di mana saat kejadian dia (korban) sempat kehilangan kesadaran, jadi itu kita kategorikan itu cedera kepala ringan, kemudian ada patah tulang di lengan kanan. Kami masih melakukan diagnostis dan foto tulang belakangnya karena pasien juga merasa nyeri di daerah tulang belakang, dan ini untuk memastikan lagi ada pendarahan atau tidak,” urai Budiono.

Meski belum dapat menyimpulkan kesehatan Jumaidi secara keseluruhan, namun secara umum korban dalam kondisi stabil. “Kami harus foto dulu untuk memastikan tidak ada patah tulang panggul, dan kami masih merawat lukanya pada bagian paha sebelah kanan kami USG semuanya dulu, nanti kami infokan, itinya kondisi korban seluruhnya stabil,” pungkas Budiono

Sebelumnya, Tim SAR gabungan berhasil tiba di lokasi jatuhnya pesawat pada pukul 09.20 WIT, pada Minggu 12 Agustus 2018. Kemudian, pukul 10.15 WIT, anggota Basarnas di TKP melaporkan bahwa M Jumaidi penumpang pesawat tersebut dinyatakan selamat dan telah dievakuasi oleh masyarakat ke posko Aju Kampung Okatem Distrik Serambakon, selanjutnya dievakuasi ke Posko SAR Kota Oksibil.

Jumaidi kemudian dievakuasi dari Oksibil ke Sentani, Jayapura dengan menggunakan pesawat Dimonim Air PK HVC. Sementara 8 Jenazah hingga sore dikabarkan masih berada di RSUD Oksibil. Sedangkan, 2 jenazah yakni pilot dan kopilot akan diterbangkan ke Sentani dengan menggunakan Pesawat Dimonim pada Senin (13/8/2018).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini