Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PDIP Belum Tahu soal Ahok Ingin Masuk ke Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin

Fadel Prayoga , Jurnalis-Senin, 13 Agustus 2018 |15:35 WIB
PDIP Belum Tahu soal Ahok Ingin Masuk ke Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (foto: Fadel/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menyatakan belum menerima informasi perihal keinginan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk masuk ke dalam tim kampanye bakal capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Hasto menyebut persyaratan seseorang masuk ke dalam tim kampanye, maka harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Hal itu bertujuan untuk menyelaraskan pernyataan yang akan diberikan kepada masyarakat.

"Kami sendiri belum terima informasi tersebut. Tapi, intinya seluruh yang masuk tim kampanye itu kami berikan pembekalan-pembekalan," kata Hasto saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

(Baca Juga: Luhut: Ahok Surati Saya, Bilang Pengen Ikut Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin)

Hasto tak bisa memastikan nasib Ahok akan diterima oleh teman-teman Koalisi Indonesia Kerja atau tidak. Penyebabnya hingga saat ini ia belum menerima informasi tersebut.

"Ya kami belum terima info tersebut. Kami harus lakukan konfirmasi terlebih dahulu," ujarnya.

Selama ini lelaki yang terjerat kasus penodaan agama itu, kata Hasto, selalu berkomunikasi kader PDI Perjuangan, yaitu Djarot Saiful Hidayat. Berdasarkan penuturan dari mantan Wali Kota Blitar, keadaan Ahok selalu sehat meski berada di dalam bui.

"Pak Ahok banyak baca buku dan sehat, karena olahraga jauh lebih teratur itu yang disampaikan Pak Djarot," tukasnya.

Informasi tersebut sebelumnya beredar setelah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku menerima surat dari Ahok. Dalam surat itu tertulis kalau Ahok senang dengan pilihan Jokowi.

Kata Luhut, mantan bupati Belitung Timur itu akan mengikuti tahapan kampanye ketika sudah resmi keluar dari penjara.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement