Tersangka, yang diduga anggota kelompok nudist, mengaku kepada polisi bahwa ia telah merasakan kebutuhan untuk menunjukkan dirinya. “Anak-anak tidak mengancam atau berteriak, mereka tidak membahayakan. Mereka hanya tertawa atau terlihat jijik,” tutur Karanovic.
Lelaki itu kemudian menjelaskan bahwa ia telah melakukan insiden lain seperti itu selama tiga tahun terakhir sejak dia pindah ke Malta. Ketika polisi menggeledah apartemennya di Rabat, mereka menemukan banyak konten pornografi dalam berbagai hal, termasuk gambar dan video yang melibatkan anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir.
Sejumlah CD, pen drive, dan komputer yang diambil dari kediaman pria itu disita sebagai barang bukti oleh pihak penuntut, bersama dengan tas kulit kecil yang diduga telah digunakan pelakunya untuk menutupi dirinya sendiri pada saat insiden supermarket.
Inspektur Tabone menyatakan pria itu pertama kali memberi tahu polisi bahwa dia telah menjelajah ke konten pornografi anak hanya karena penasaran. Karanovic mengakui bahwa ia adalah seorang kolektor porno dan juga seorang bintang porno di rumah.
Inspektur Shaun Ferriggi, juga menuntut, pria itu tidak memiliki kewarganegaraan tetap di Malta dan telah berganti alamat beberapa kali. Terlebih lagi, risiko melarikan diri adalah hal yang nyata dilakukan karena tiket pesawat ke Kroasia telah ditemukan di tangan pria itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.