JAKARTA – Momen berpelukan antara pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Gerindra sekaligus bakal calon Presiden Prabowo Subianto dinilai telah menurunkan tensi politik menjelang Pemilu 2019.
"Ini momen yang sangat langka. Dua pemimpin bangsa menunjukkan kenegarawanannya, walaupun bersaing secara politik. Saya saja sampai merinding melihat itu kemarin," ujar pengamat politik, hukum dan keamanan, Dewinta Pringgodani saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (31/8/2018).
Momen Jokowi berpelukan dengan Prabowo itu terjadi saat pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh pada Rabu 29 Agustus 2018. Hanifan lalu melakukan perayaan sambil membawa bendera Indonesia dan menyambangi area kursi VVIP.
Hanifan yang masih berbalut bendera merah putih kemudian memeluk Jokowi serta Prabowo sekaligus. Kejadian ini disambut tepuk tangan riuh di dalam venue Asian Games 2018 karena Jokowi dan Prabowo sendiri bakal bertarung kembali dalam Pilpres 2019.
"Momen-momen seperti itu yang saya inginkan, bahwa kita semua saudara. Nggak perlu gontok-gontokan. Seharusnya ini turun ke bawah ke pendukung masing-masing. Berkompetisi tidak harus mengorbankan rasa kebangsaan kita," papar Dewinta.
