Dia mengatakan, pilpres hanya terjadi lima tahun sekali. Sehingga tak ada alasan untuk merusak persatuan bangsa.
“Berbeda pendapat boleh saja, berkompetisi silahkan. Tapi ya mbok gak usah pakai marah-marah dan menyebar fitnah. Gak perlu juga baperan,” kata Dewinta.
Menjawab pertanyaan tentang gerakan #2019GantiPresiden, kata Dewinya, sudah tidak perlu.
"April tahun depan itu kita memilih presiden. Bukan ganti Presiden. Siapa pun yang terpilih itulah kemauan rakyat Indonesia dan kita hormati itu," katanya.
Dewinta menuturkan, aksi ganti presiden itu tak perlu lagi dilakukan. Mengingat, kata dia, aksi tersebut hanya menimbulkan pro kontra yang berujung pada perpecahan.
(Baca Juga : Ruhut Sitompul Nilai #2019GantiPresiden Hanya Lucu-Lucuan)