Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Trump Tidak Percaya 3.000 Orang Tewas karena Badai di Puerto Riko, Netizen Berang

Agregasi VOA , Jurnalis-Jum'at, 14 September 2018 |10:37 WIB
Trump Tidak Percaya 3.000 Orang Tewas karena Badai di Puerto Riko, Netizen Berang
Donald Trump saat mengunjungi Puerto Rico pasca bencana Badai Maria. (Foto: Reuters)
A
A
A

Netizen berang

Dan tidak ayal, cuitan Trump terkait jumlah korban tewas akibat Badai Maria, mendapat banyak komentar, mayoritas bernada negatif.

Baru sekitar tujuh jam, cuitan itu telah mendapat lebih 25.000 komentar, dicuit ulang sebanyak 8.300 kali dan di-like lebih dari 29.000 kali.

Salah satu netizen, @AndyOstroy, merefleksikan pernyataan Trump, terhadap apa yang akan didengar nanti oleh warga North Carolina dan South Carolina, yang akan diterjang Badai Florence.

“Kepada warga North/South Carolina: bersiaplah. Seberapa pun banyak kematian dan kerusakan yang akan kalian hadapi karena #BadaiFlorence, akan dibantah oleh presiden kita, yang malah akan berkata

bahwa semua baik-baik saja.”

Sekitar satu juta orang telah dievakuasi di Negara Bagian North Carolina, South Carolina dan Virginia, menyusul Badai Florence yang diprediksi akan mulai menerjang pada Kamis (13/9) atau Jumat (14/9).

Pada Kamis pagi waktu Amerika bagian timur, Florence bergerak dengan kecepatan 177km/jam, kondisi yang “mengancam nyawa”.

Badai ini diprediksi akan mengakibatkan gelombang setinggi 4 meter, hujan lebat dengan ketinggian total hingga 76cm, dan banjir.

Komentar juga datang dari pemilik akun Twitter @MartjeBlom,

“Pak, lembaga-lembaga ANDA sendiri yang menyebut jumlah korban jiwa 3.000. Anda menyakiti mereka yang Anda tinggalkan. Presiden seperti apa yang berargumen soal jumlah korban seperti ini?”

Sementara netizen Judy, dengan akun Twitter-nya, @eabl81, menulis seakan mengingatkan Trump, bahwa jumlah korban jiwa adalah hasil riset universitas, “bukan orang Partai Demokrat”.

“Jumlah ribuan ini mewakili mereka yang tewas, berpekan-pekan, bahkan berbulan-bulan karena kurangnya bahan makanan, air bersih, obat-obatan dan listrik. Memalukan!”

Meskipun begitu, pada 28 Agustus lalu, setelah pemerintah Puerto Riko secara resmi menaikkan jumlah korban jiwa dari 64 menjadi 2.975 orang, Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengungkapkan bahwa “pemerintah federal akan terus mendukung pemerintah dan masyarakat Puerto Riko, termasuk mereka yang berduka karena kehilangan orang yang dicintai,” kata Sanders.

Sanders pun menekankan pemerintahan Trump juga akan terus mendukung upaya untuk memastikan “akuntabilitas” dan “transparansi” terkait jumlah korban Badai Maria.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement