"Mereka dari desa dan kota, dan warga Indonesia yang studi di luar negeri, mau berkumpul tanpa bertanya dapat apa," tegasnya.
Anggota Komisi II DPR RI mengungkapkan Inovator 4.0 merupakan kelompok yang menyadari perkembangan, Budiman mencontohkan hal serupa dengan Amerika punya Silicon Valley, China ada Alibaba.
"Makanya kita enggak mau manusia yang punya ide ini tertinggal, apa ekspresi teknologi dari Pancasila, inovator mau mencari tahu soal itu," lanjutnya.
Oleh karena itu, Budiman menilai keberadaan Inovator 4.0, menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang berlandaskan data akurat dengan menguasai ilmu pengetahuan dan menggabungkannya dengan jaringan sosial.
"Abad 21, kerja harus pake data bukan mitos. Karena data adalah data, dirangkai jadi cerita. Mereka yang mencerdaskan individu dan perkakas harus bersatu," tutupnya.
(Angkasa Yudhistira)