Eks-Presiden Peru, Fujimori: Saya Bisa Mati Jika Dikembalikan ke Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Oktober 2018 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 05 18 1959991 eks-presiden-peru-fujimori-saya-bisa-mati-jika-dikembalikan-ke-penjara-W9EuPAMk86.jpg Mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori. (Foto: Reuters)

LIMA – Mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori meminta Presiden Martin Vizcarra dan hakim untuk tidak mengembalikannya ke penjara, karena langkah itu dapat membuatnya kehilangan nyawa. Fujimori mengatakan, “jantungnya tidak akan dapat bertahan” jika dia kembali dikirim ke penjara.

Permintaan itu disampaikan Fujimori melalui sebuah video dari klinik swasta tempatnya menjalani pengobatan penyakit jantung di bawah pengawasan polisi. Video tersebut disiarkan oleh stasiun televisi independen Peru, Canal N pada Kamis.

BACA JUGA: Peru Batalkan Pengampunan Bagi Mantan Presiden Alberto Fujimori

"Saya ingin meminta kepada presiden republik dan anggota peradilan satu hal saja: Tolong, jangan bunuh saya," kata pria berusia 80 tahun itu dalam video tersebut sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (5/10/2018). “Jika saya kembali ke penjara, jantung saya tidak akan bertahan. Jantung saya terlalu lemah untuk mengalami hal yang sama lagi. "

Mantan diktator itu juga mendesak pihak berwenang saat ini untuk tidak menggunakan dirinya sebagai "senjata politik" karena dia "tidak memiliki kekuatan untuk melawan."

Fujimori dibawa dengan ambulans ke klinik setempat pada Rabu setelah seorang hakim menganulir grasi yang diberikan kepadanya tahun lalu. Fujimori diperintahkan untuk segera ditangkap dan dikirim ke penjara atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

BACA JUGA: Presiden Peru Ampuni 'Diktator' Alberto Fujimori

Selama menjabat sebagai presiden Peru dari 1990-2000, Fujimori dilaporkan memimpin pasukan kematian yang membantai warga sipil dalam kegiatan pemberantasan pemberontak. Setelah mengundurkan diri dan tinggal di Jepang, Fujimori diekstradisi ke Peru pada 2007 dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara atas kekejaman yang terjadi selama masa pemerintahannya.

Pada 2017, mantan Presiden Pedro Pablo Kuczynski memberikan pengampunan kepada Fujimori atas dasar kemanusiaan karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Pengampunan itu diberikan Kuczynski tiga hari setelah dia selamat dari pemakzulan dengan bantuan para pendukung Fujimori di Kongres.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini