
Aris akhirnya berhasil menggendong ibunya ke salah satu dari beberapa tempat pengungsian. Ia menyatakan khawatir atas kondisi stroke ibunya, namun hingga saat ini belum ada dokter yang datang karena akses dan komunikasi masih sulit.
Warga lain yang mengungsi termasuk Yunus, seorang penyandang tunanetra. Ia bersyukur atas apa yang dikatakannya selamat dari "gulungan ombak lumpur".
Istri dan anaknya tetapi hingga kini belum ditemukan. Sekujur tubuhnya luka saat menyelamatkan diri.
"Waktu (kejadian) lumpur seperti ombak menggulung sampai kepala, lalu dorong saya dari bawah lagi," cerita Yunus sambil menitikkan air mata.
Saat itu Yunus memegang benda-benda keras untuk bertahan hingga akhirnya ia bisa diselamatkan. Jalan dari kota Palu ke Desa Jono Oge, Kabupatan Sigi, sudah dapat diakses sejak Sabtu 7 Oktober.
