nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mata-Mata China Didakwa Atas Pencurian Rahasia Perusahaan AS

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 14:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 18 1962624 mata-mata-china-didakwa-atas-pencurian-rahasia-perusahaan-as-eI5oEft3ya.jpg Ilustrasi.

WASHINGTON – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan telah menahan dan mendakwa seorang mata-mata Kementerian Keamanan Negara China atas tuduhan spionase ekonomi dan usaha pencurian rahasia dagang dari beberapa perusahaan antariksa dan dirgantara AS.

Yanjun Xu ditahan di Belgia pada April setelah diselidiki oleh Biro Penyelidik Federal (FBI), dan diekstradisi ke AS pada Selasa. Mata-mata China itu dipancing ke Belgia oleh agen intelijen AS.

BACA JUGA: FBI Tangkap Mantan Agen Intelijen AS yang Jadi Mata-Mata untuk China

FBI menyebut ekstradisi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya dan mengatakan dakwaan itu menunjukkan pengawasan langsung pemerintah China dalam spionase ekonomi terhadap Negeri Paman Sam.

"Ekstradisi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari seorang perwira intelijen China ini mengekspos pengawasan langsung pemerintah China terhadap spionase ekonomi terhadap Amerika Serikat," demikian pernyataan dari Asisten Direktur FBI Kontraintelijen , Bill Priestap sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (11/10/2018).

Tuntutan terhadap Xu dijatuhkan di saat Washington tengah terlibat ketegangan dengan China terkait kebijakan dagang.

Pernyataan Departemen Kehakiman AS menyebutkan bahwa Xu, yang menjabat sebagai wakil direktur Kementerian Keamanan Negara China di Provinsi Jiangsu, telah menyasar beberapa perusahaan dirgantara AS, termasuk di antaranya GE Aviation, yang merupakan anak perusahaan dari GE Electric.

BACA JUGA: NYT: China Bunuhi Mata-mata AS dari 2010 Sampai 2012

Dalam tuntutan itu, Xu disebutkan telah menyasar perusahaan-perusahaan tersebut sejak Desember 2013. Dia juga disebutkan telah melakukan kontak dengan para ahli yang bekerja di perusahaan-perusahaan incarannya dan merekrut mereka untuk pergi ke China dan membayar biaya perjalanan serta uang saku mereka.

Kedutaan China dan pengacara Xu masih belum memberikan komentarnya mengenai dakwaan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini