nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratna Sarumpaet Curhat Trauma Kasus Makar

Badriyanto, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 16:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962702 ratna-sarumpaet-curhat-trauma-kasus-makar-hvO6fTjFl7.jpg Ratna Sarumpaet. Foto: Okezone/Arif Julianto

JAKARTA - Pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin menceritakan kondisi kliennya selama berada dalam tahanan atas kasus hoaks. Aktivis perempuan itu dikabarkan masih trauma dengan kasus pemufakatan makar yang juga menyeret tokoh Aksi Bela Islam 212 kala itu.

"Beliau sempat menceritakan bahwa memang pasca penangkapan 212 (makar) itu memang dia agak sedikit beban, ada rasa traumatik lah, itu bisa jadi terbawa-bawa sampai saat ini," kata Insank di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Baca: 4 Kontroversi Ratna Sarumpaet: Tuduhan Makar hingga Berbohong Dianiaya

Insank tidak menjelaskan secara rinci kenapa Ratna Sarumpaet mendadak trauma dengan kasus makar yang sudah lama tersebut. Hanya saja ia menyampaikan bahwa kasus makar itu masih menghantui pikirannya selama berada dalam tahanan.

"Sebenarnya lebih kepada perasaan tramautik lah," ujar Insank.

Foto: Okezone/Arif Julianto

Ratna Sarumpaet menjadi salah satu aktivis yang turut diciduk polisi dalam kasus pemufakatan makar jilid I karena dituduh akan memanfaatkan gelombang massa Aksi Bela Islam 212 untuk mengepung gedung MPR/DPR Senayan Jakarta dan menggulingkan Presiden Jokowi.

Setidaknya ada 11 orang yang ditetap tersangka makar jilid I, selain Ratna Sarumpaet yakni Kivlan Zein, Rachmawati Soekarnoputri, Adityawarman, Firza Husein, Eko dan Alvin Indra, mereka terancam dijerat Pasal 107 juncto 110 juncto 87 KUHP tentang Makar.

Baca: Dituding Makar, Ratna Sarumpaet Ditangkap di Kamar 1402 Hotel Sari Pan Pasific

Tiga tersangka lainnya, Sri Bintang Pamungkas, Rizal Kobar dan Jamran dijerat Pasal 28 ayat 2 UU Informatika dan Transaksi Elektronik (ITE). Sedangkan satu tersangka lagi musisi Ahmad Dhani dijerat 207 KUHP tentang penghinaan terhadap Jokowi.

Selang beberapa waktu kemudian, yakni pada Jumat 31 Maret 2017 menjelang Aksi Bela Islam 313, polisi kembali menangkap lima tersangka makar jilid II karena dituduh akan menguasai parlemen lewat gorong-gorong dan jalan setapak menuju gedung MPR/DPR Senayan.

Masing-masing adalah Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath, Pimpinan Gerakan Mahasiswa Pelajar Bela Bangsa dan Rakyat (GMPBBR) Zainuddin Arsyad, Wakil Koorlap Aksi Bela Islam 313, Irwansyah serta Panglima Forum Syuhada Indonesia, Diko Nugraha.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini