nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sofyan Basir Disebut Dapat Jatah Paling The Best di Proyek PLTU Riau-1

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962785 sofyan-basir-disebut-dapat-jatah-paling-the-best-di-proyek-pltu-riau-NhKLdKBM6R.jpg Tersangka korupsi PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Mantan anggota Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, menyebut Direktur Utama (Diru)t‎ PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) Sofyan Basir mendapatkan jatah paling the best atau terbaik dari proyek pembangunan PLTU Riau-1.

"Waktu itu disampakan kalau ada rezeki, ya sudah bagi bertiga. Saya bilang, Pak Sofyan yang bagiannya paling the best," kata Eni saat bersaksi untuk terdakwa Johanes Budisutrisno Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Eni membeberkan, dirinya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan Sofyan Basir untuk membahas pembagian fee. Bahkan, sambung Eni, Sofyan pernah terang-terangan membicarakan fee yang cukup besar untuk dirinya.

"Memang tidak spesifik bilang kalau ada rezeki. Tapi kata beliau (Sofyan Basir-red), karena Bu Eni yang fight di sini, harus dapat yang the best-lah," terang Eni.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Eni sendiri diduga berperan membantu Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B. Kotjo untuk meloloskan proyek PLTU Riau. Dia yang memfasilitasi pertemuan antara Johanes ‎Kotjo dengan Dirut PLN Sofyan Basir untuk membahas proyek itu.

Dalam perkara ini, Johanes Budisutrisno Kotjo didakwa jaksa pada KPK menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000.

(Baca Juga : Eni Saragih Sebut Putra Setnov yang Memfasilitasi Pertemuannya dengan Johanes Kotjo)

Menurut jaksa, uang yang diberikan Johanes Kotjo kepada Eni Saragih agar perusahaannya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP)‎ PLTU Riau-1. Proyek tersebut merupakan kerjasama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company.

Atas perbuatannya, Johanes Kotjo didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP‎.

(Baca Juga : Eni Saragih Beberkan Politikus Golkar Penerima Suap untuk Munaslub)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini