Hal senada disampaikan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara. Ia mengatakan, posisi yang ideal seorang pemimpin daerah provinsi itu diisi oleh gubernur dan wakil gubernur. Sehingga, tak terjadi kepincangan dalam menjalankan kebijakan di daerah tersebut.
"Kan gubernur berpasangan, sesuai undang-undang aturannya seperti itu. Jika di tengah jalan terjadi sesuatu, tentu kita kembalikan kepada aturannya," kata Bayu.
Meski begitu, lanjut dia, dirinya tak merasa kesusahan dalam melakukan kordinasi dengan pimpinannya walaupun tak ada seorang wakil gubernur.
"Saya sudah lama di sini, kepala-kepala dinas yang lain juga sudah lama. Jadi alhamdulillah koordinasi itu bukan saja hanya secara harfiah, tetapi juga kekeluargaan yang sudah kita bangun sejak dulu," tukasnya.
(Awaludin)