nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Miskin yang Tinggal di Hutan Akhirnya Direlokasi Pemerintah

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 15:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 16 340 1964736 keluarga-miskin-yang-tinggal-di-hutan-akhirnya-direlokasi-pemerintah-JQLgtreo78.jpg Foto Istimewa

PEKANBARU - Pihak pemerintah desa bersama kepolisian akhirnya melakukan relokasi terhadap satu keluarga miskin yang tinggal di hutan Desa Muda Setia Kecamatan Bandar Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau dengan kondisi yang memang sangat memprihatinkan.

Evakuasi itu setelah dilakukan negosiasi antara keluarga dan pihak desa. Setelah sepakat akhirnya keluarga miskin ini mau dipindahkan ke tempat yang lebih layak.

"Usai melakukan peninjauan, satu keluarga itu sudah berhasil kita evakuasi. Anggota Babinkamtibmas kita turut membantu untuk mengevakuasiya," ucap Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi kepada Okezone, Selasa (16/10/2018).

(Baca juga: Viral Satu Keluarga di Pelalawan Riau Terpaksa Tinggal di Hutan karena Kemiskinan)

 miskin

Petugas juga melakukan pendataan terhadap satu keluarga miskin yang memiliki dua orang. Identitas keluarga itu Sugianto (53) dan istrinya Lilian (38). Kemudian dua putri mereka Aisyah Wafa Pertiwi (4) dan Juli Aprianti (5).

"Sebenarnya mereka tinggal di salah satu kebun karet milik warga. Dia mendirikan tempat tinggal yang memang tidak layak,"imbuhnya.

Setelah kesepakatan, keluarga miskin ini untuk sementara diperbolehkan tinggal di salah satu rumah warga. Rumah permanen ini tentu jauh lebih baik dari rumah tidak layak huni yang didirikan keluarga tuna wisma itu.

"Suaminya kerjanya hanya buruh menakik pohon karet. Sekarang dia tinggal di tempat yang layak," imbuhnya.

 miekin

Sebelumnya kondisi keluarga ini viral setelah satu warga mempostingnya di facebook. Kondisinya memprihatikan karena anak yang paling bungsu sedang sakit dan butuh uluran tangan untuk berobat.

Sementara penghasilan suaminya paling banter hanya dapat Rp600 ribu perbulan dari penakik (menyadap karet). Keluarga ini tinggal di tempat darurat hanya bermodalkan tenda bekas yang tambal sulam dan tanpa penerangan. Setelah postingan itu, nitezen langsung mencibir pemerintah yang tidak tanggap atas warga miskin.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini