Menurut Erdogan, ada tiga tim yang terdiri dari 15 warga Saudi yang tiba di Istanbul dengan penerbangan terpisah beberapa hari dan jam sebelum pembunuhan Khashoggi.
Sebelumnya, Presiden Erdogan memang berjanji akan membuka "kebenaran yang sesungguhnya" kasus pembunuhan Khashoggi di kantor konsulat Saudi di Istanbul.
Para pejabat Turki mengatakan "mereka memiliki bukti bahwa Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi pada 2 Oktober".
(Baca Juga: Erdogan: Kematian Jamal Khashoggi Adalah Pembunuhan Berencana)
Setelah beberapa pekan dengan keras membantah, kini Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah tewas setelah terlibat "perkelahian di konsulat".
Pernyataan Erdogan bertepatan dengan pembukaan forum investasi di Saudi, yang telah diboikot puluhan wakil pemerintah dan dunia bisnis, terkait dengan pembunuhan Khashoggi.