nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto Pimpin Rakortas Pembakaran Bendera Bertuliskan Tauhid, Kapolri hingga Jaksa Agung Hadir

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 14:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 23 337 1967844 wiranto-pimpin-rakortas-pembakaran-bendera-bertuliskan-tauhid-kapolri-hingga-jaksa-agung-hadir-OzPihgh2fa.jpg Menkopolhkam pimpin rapat bahas kasus pembakaran bendera. Foto: Okezone/Fahreza Rizky

JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) tingkat menteri tentang perkembangan situasi bidang polhukam terkini di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Rapat membahas soal pembakaran bendera bertuliskan tauhid oleh oknum Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) pada saat perayaan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, yang viral di media sosial.

Berdasarkan pantauan di lokasi, turut hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung HM Prasetyo. Kemenko Polhukam juga mengundang pihak dari Kemenkum HAM, PBNU, MUI, Kemendagri, dan Kemenag. Rapat digelar tertutup untuk media namun setelahnya akan digelar konferensi pers.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Garut telah meminta keterangan tiga orang saksi dalam kasus pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang terjadi di Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Tiga saksi tersebut terdiri atas seorang panitia acara dan dua orang diduga pelaku pembakaran bendera.

"Polres Garut sudah meminta keterangan tiga orang yang muncul di dalam video yang sempat viral di medsos," kata mengatakan dalam konferensi pers di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas memaklumi tindakan para kader bandan semiotonom GP Ansor itu.

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu menjelaskan bahwa pihaknya sedang membakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI-organisasi yang telah dilarang di Indonesia.

Namun muncul polemik karena bendera tersebut bertuliskan lafal tauhid, kalimat yang disucikan oleh umat Muslim.

Gus Yaqut menuturkan pihaknya sengaja membakar karena ingin menyelamatkan kalimat suci dari injakan kaki, penyalahgunaan, atau terbuang di tempat yang tidak semestinya

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini