Share

Pria Timor Ditangkap di Bandara Australia Miliki Video Pornografi Anak-Anak di HPnya

ABC News, · Rabu 24 Oktober 2018 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 24 18 1968128 pria-timor-ditangkap-di-bandara-australia-miliki-video-pornografi-anak-anak-di-hpnya-8oktpajDd5.jpg Pria Timor kedapatan bawa materi eksploitasi ke Australia. Foto: Australian Border Force/ABC

SEORANG pria asal Timor ditangkap Angkatan Perbatasan karena kepemilikan video pornografi yang ditemukan di telepon genggamnya, Sabtu malam (20/10).

Dari laporan Australian Border Force (ABF), mengutip ABC, Rabu (24/10/2018) disebutkan pria tersebut baru tiba di Perth, ibukota Australia, dari penerbangan Bali.

Saat telepon genggam milik pria tersebut digeledah, ABF menyebutkan menemukan tujuh video yang menggambarkan kekerasan seksual pada anak-anak.

Media lokal Perth melaporkan pria berusia 35 tahun ini akan menghadiri sidang yang digelar hari Selasa (23/10/2018) terkait tuduhan yang dijatuhkan.

Dalam sebuah pernyataan, ABF mengatakan para petugasnya kini kemampuan untuk mengidentifikasi orang-orang yang berusaha untuk membawa materi terlarang ke perbatasan Australia.

"Meski hanya sedikit pengunjung ke Australia yang kedapatan memiliki materi yang mengeksploitasi anak-anak, jumlahnya tetap mengkhawatirkan," ujar Komando Regional ABF untuk Australia Barat, Rod O'Donnell dalam pernyataan tersebut.

ABC Indonesia telah mencoba untuk meminta penjelasan lebih lanjut kepada ABF Australia Barat, namun hingga tenggat waktu artikel ini dimuat belum mendapatkan respon.

Waspadai isi ponsel dan gawai Anda

Keamanan di bandara Australia semakin ketat, dimana kini otoritas bandara memiliki hak untuk meminta ponsel atau gawai dan memeriksa, juga mencopy isinya.

Australia memiliki sejumlah klasifikasi dari video, film, publikasi, dan material yang bisa dianggap menyalahi aturan jika dibawa masuk ke perbatasannya.

Termasuk pornografi yang melibatkan anak-anak, hubungan seksual dengan binatang, yang menggambarkan kekejaman dan kekerasan seksual, serta yang mempromosikan kriminal, kejahatan, serta penyalahgunaan obat-obatan.

Dalam pernyataan kepada pers, ABF mengatakan mengatasi kejahatan eksploitasi anak-anak menjadi sebuah prioritas operasi mereka, sebagai upaya untuk melindungi Australia dari mereka yang beresiko mengancam.

Awal bulan Oktober lalu, seorang pelajar asal India berusia 21 tahun mendapat hukuman penjara selama delapan bulan, setelah ditemukan adanya pornografi anak-anak di ponselnya saat ia tiba di bandara Perth dari Kuala Lumpur.

Pria tersebut rencananya akan dibebaskan setelah menjalani setidaknya setengah dari hukuman penjara, membayar jaminan kelakuan baik sebesar AU$ 5.000, atau lebih dari Rp 5 juta, dan selanjutnya visa pelajar tersebut akan dicabut.

Di Australia, pornografi dan pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak termasuk kejahatan besar. Denda maksimal membawa materi yang mengeksploitasi anak-anak adalah hukuman penjara 10 tahun dan atau denda hingga AU$ 525.000, atau lebih dari Rp 5,25 miliar.

Australia juga memiliki sejumlah aturan ketat soal makanan dan barang-barang yang bisa dibawa masuk ke negaranya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini