Hary Tanoe Masuk 4 Besar sebagai Ketua Umum Partai Paling Dikenal Publik

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 26 Oktober 2018 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 26 605 1969410 hary-tanoe-masuk-4-besar-sebagai-ketua-umum-partai-paling-dikenal-publik-QoUpOoSoTL.jpg Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo masuk urutan ke 4 paling dikenal dan disukai sebagai ketua umum partai dalam rilis survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) bersama dengan Megawati Soekarno Putri, Prabowo Subianto, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pria yang akrab disapa Hary Tanoe itu memeroleh angka 67,9 persen paling dikenal oleh masyarakat. Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri berada diurutan pertama dengan 98,3 persen, disusul Prabowo Subianto 97,8 persen dan SBY 96,6 persen.

(Baca Juga: Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo: Indonesia Sejahtera Dimulai dari Daerah)

Hary Tanoe Berikan Pembekalan kepada Caleg Perindo Provinsi DKI Jakarta 

"Sebagai partai baru, Pak Hary Tanoesoedibjo ternyata sosok yang cukup dikenal oleh publik," kata Direktur Eksekutif Jaringan Suara Indonesia (JSI), Fajar S Tamin, di Jakarta Pusat, Jumat, (26/10/2018).

Bahkan, Hary Tanoe itu mampu unggul jauh dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang berada diurutan ke 10 dengan 25,6 persen, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan 34,6 persen, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 48,1 persen, dan Surya Paloh 67,9 persen.

Fajar juga mengatakan, Ketua Umum Partai berlambang Burung Rajawali itu mendapat urutan ke-3 yang paling disukai publik sebesar 73,7 persen. Nama Hary Tanoe mampu mengalahkan putri presiden Soekarno yang hanya berada di urutan kelima dengan 66,4 persen.

"Kalau dilihat dari tingkat kesukaan urutan pertama SBY 82,5 persen, disusul Prabowo 73,9 persen, Hary Tanoesoedibjo 73,7 persen, Yusril Ihza Mahendra 69,7 persen dan Megawati 66,4 persen," terangnya.

(Baca Juga: Hary Tanoe: Melalui Politik Kita Bisa Menciptakan Legislator dan Eksekutif) 

Data itu sendiri diperoleh dari survei pada 8-13 Oktober 2018 dengan 1.200 responden secara nasional yang diwawancarai tatap muka. Adapun metode yang digunakan adalah multistage random sampling, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini