Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sederet Fakta terkait Penembakan Rumah Ibadah Yahudi di Pittsburgh

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 28 Oktober 2018 |10:55 WIB
Sederet Fakta terkait Penembakan Rumah Ibadah Yahudi di Pittsburgh
Warga diserukan untuk tidak keluar rumah (Foto: Reuters/BBC Indonesia)
A
A
A

Ketua Federasi Yahudi Pittsburgh Jeff Finkelstein mengatakan, kepada wartawan, pada setiap Sabtu pagi sinagoga itu dikunjungi sekitar 50 atau 60 orang jemaat yang datang beribadat.

Menurut jadwal situsnya, ibadat Shabbat pagi di sana dijadwalkan antara pukul 09:45 dan 12:00.

Program pelatihan Shabbat untuk anak-anak 'di taman kanak-kanak sampai kelas 7' berlangsung dari pukul 10:15 sampai 11:45. Dalam acara itu hadirin belajar doa, ikut peribadatan dan mempelajari Taurat.

Sejumlah petugas polisi New York dikerahkan menjaga sinagog setelah penembakan itu

Apa yang kita ketahui tentang si penembak itu?

Tersangka telah diidentifikasi sebagai Robert Bowers.

Agen FBI Bob Jones mengatakan bahwa Bowers tampaknya belum masuk catatan pihak berwenang sebelum kejadian ini. Namun, Bowers telah memposting konten anti-Semit pada jejaring sosial Gab di bawah nama pengguna 'onedingo.'

Di biodata di akunnya -sekarang dibekukan- tertulis: "Orang-orang Yahudi adalah anak-anak Setan".

Pada Sabtu pagi, dia mengecam kelompok Yahudi yang membantu pengungsi, Hebrew Immigrant Aid Society (HIAS) dan mengatakan dia tidak bisa 'duduk-duduk saja dan menonton kaum saya dibantai'.

Dalam posting sebelumnya, ia menyerang Presiden AS Donald Trump dan komunitas Yahudi.

"Trump adalah seorang globalis, bukan nasionalis," tulisnya. "Tidak ada #MAGA selama ada infestasi kike."

Dalam posting lain, dia berkata: "Sebagai catatan, saya tidak memilih dia (Trump), dan saya juga tak punya tak mengenakan, bahkan tak menyentuh topi MAGA (Make America Great Again, semboyan Trump).

Dia juga menyatakan dukungan pada konspirasi QAnon - sebuah teori kalangan sayap kanan pro-Trump yang percaya bahwa Trump menyusun rencana rahasia untuk menyelidiki dan menangkap bintang terkenal atau elit politik yang korup atau melecehkan anak kecil.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement