nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ma'ruf Amin: Sertifikasi Halal Tak Akan Matikan UMKM

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 20:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 01 337 1972136 ma-ruf-amin-sertifikasi-halal-tak-akan-matikan-umkm-AjlpkVnkgZ.jpg Ma'ruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menegaskan, rencana pemberlakuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) tidak akan membebani Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Justru sebaliknya, akan menguatkan daya saing UMKM.

“Sertifikasi halal tidak akan mematikan UMKM, justru menguatkan karena tuntutan konsumen akan ketersediaan pangan halal semakin meningkat,” ujar Kiai Ma’ruf saat membuka Indonesia Halal Expo (INDHEX) 2018 di Gedung Smesco Jakarta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/11/2018).

(Baca Juga: Ma'ruf Amin: Jadilah Pemenang dengan Cara yang Baik dan Benar)

Calon Wakil Presiden yang berdampingan dengan Joko Widodo (Jokowi) itu, menuturkan, belum banyak UMKM yang memiliki sertifikasi halal. Ia menukil dari catatan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI.

 Maruf Amin

Ia kembali menekankan, bahwa sertifikasi halal itu tidak memberatkan. Apalagi, di saat ketidakpastian perekonomian globar, kehadiran UMKM bisa menjadi kekuatan baru perekonomian nasional.

Kontribusi UMKM bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 60,34 persen dan kemampuan menyerap tenaga kerja juga besar. MUI, sambungnya, sejak beberapa tahun terakhir telah merumuskan dan mengimplementasikan sistem perekonomian yang lebih adil, merata, dan mandiri berbasis pada koperasi dan UMKM.

“Konsep ini bisa mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan berkelanjutan,” ujarnya.

(Baca Juga: Ma'ruf Amin Lantik TKD dan Pimpinan Rumah KMA Kalteng)

Menurut Ma'ruf Amin, konsep tersebut sekaligus memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing berbasis teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Ia menilai konsep itu tepat diterapkan di Indonesia dengan penduduk muslim dominan.

"Bagi pelaku usaha, sertifikat halal MUI menjadi nilai tambah,” terangnya.

Sementara Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim menuturkan, pada 2018 saja sebanyak 40.256 UMKM telah memiliki sertifikat halal. Namun, itu jauh bila dibandingkan dengan jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 4 juta.

“Harapan kami, melalui penguatan UMKM, ke depan kesejahteraan semakin meningkat,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini