nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Gunung Lawu Terbakar, Macan Tutul Turun Gunung

Bramantyo, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 01:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 02 512 1972701 imbas-gunung-lawu-terbakar-macan-tutul-turun-gunung-m2kPQjIhva.jpg Foto Istimewa

KARANGANYAR - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menduga, turun gunungnya macan di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar ini disebabkan semakin menipisnya pasokan makanan di Gunung Lawu.

Kasi Konservasi Wilayah I BKSDA Yogyakarta, Titik Sudaryanti menduga kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu inilah yang menyebabkan macan tutul atau Neofelis nebulosa (macan dahan) nekat masuk ke daerah di mana manusia tinggal.

"Jenis hewan buas yang masuk ke pemukiman itu adalah Macan Tutul. Hewan ini nekat masuk kemungkinan karena pasokan makanan berkurang di hutan berkurang. Apalagi, hutan Gunung Lawu inikan terbakar,itu yang menyebabkan macan tutul nekat turun," papar Titik kepada Okezone, Jumat (2/11/2018).

Menurut Titik, dugaan menipisnya makanan di Gunung Lawu ini dengan melihat sifat hewan pemakan daging ini hidup. Macan Tutul, ungkap Titik, memiliki sifat penjelajah yang luas.

"Macan tutul ini sifatnya senang menjelajah. Jadi jelajah hidupnya luas. Tapi karena hutan banyak yang terbakar, mempersempit luas jelajahnya," ungkapnya.

 macan

(Baca juga: Macan Gunung Lawu Memangsa Hewan Ternak Warga)

Menyangkut apa yang harus dilakukan warga, Titik meminta agar warga terus meningkatkan kewaspadaan. Termasuk memperkuat kandang ternak miliknya.

"Kalau dibuatkan parit pemisah antara pemukiman dan hutan, juga percuma. Macan itukan bisa loncat. Jadi ya itu, tingkatkan kewaspadaan," terang Titik yang mengaku belum tahu pasti berapa populasi macan Tutul di Gunung Lawu.

Sementara itu, Asper/Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Utara, Edi Saryono tak sependapat dengan BKSDA menyangkut menipisnya pasokan makanan karena hutan di Gunung Lawu yang terbakar penyebab Macan Tutul nekat merambah pemukiman.

Menurut Edi, hutan Gunung Lawu memang terbakar. Namun, meski hutan Gunung Lawu terbakar, babi hutan, makanan Macan Tutul tidak lari saat hutan terbakar.

"Hutan Gunung Lawu memang terbakar. Tapi meski terbakar hewan-hewan di sana, terutama babi hutan, yang sangat sensitif terhadap api, tidak turun. Jadi kemungkinan besar, bukan karena kebakaran, tapi pasokan makanan berkurang," terangnya.

Saat ini, pihak Perhutani bersama polisi dan BKSDA tengah melakukan pencegahan agar hewan buas tersebut tidak kembali masuk ke pemukiman warga.

Sebelumnya, seekor macan dilaporkan turun ke pemukiman warga di Dusun Sendang, Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Turunnya hewan buas ini diketahui setelah dua orang warga melaporkan bila hewan peliharaannya telah dimangsa oleh hewan buas tersebut.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini