nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peserta AYIC 2018 Diharapkan Pelajari Nilai Toleransi Beragama di Indonesia

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 03 November 2018 15:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 03 244 1972880 peserta-ayic-2018-diharapkan-pelajari-nilai-toleransi-beragama-di-indonesia-RnYRiWORi6.jpg Foto: Admiraldy Eka Saputra

KARANGASEM - Peserta ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2018 diharapkan bisa mengambil pelajaran dari nilai-nilai toleransi setelah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh kolaborasi sejumlah Kementerian ini. AYIC 2018 sendiri diikuti oleh 22 mahasiswa sebagai peserta yang mewakili beberapa negara ASEAN.

Seperti diketahui, Kemenko PMK bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan Universitas Hindu Indonesia menyelenggarakan Seminar bertemakan "Mainstreaming the ASEAN Culture of Prevention through the Promotion of Tolerance, Mutual Understanding, and Respect" dalam rangkaian kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2018, Bali, 2-3 November 2018.

Foto: Ist

Sebelumnya pada tanggal 31 Oktober 2018, seminar pertama telah dilaksanakan di Yogyakarta. Kegiatan AYIC 2018 di Bali juga disertai dengan kunjungan ke beberapa tempat ibadah di Bali, seperti Puja Mandala, komplek di mana lima tempat ibadah berdiri berdampingan; Desa Dalung, pemukiman di mana pemeluk agama Hindu dan Islam dengan harmonis; serta Pura Besakih, pura terbesar di Indonesia.

Direktur Kerjasama ASEAN di Bidang Sosial Budaya Riaz J P Saehu, berharap acara ini bisa memberikan pemahaman bagi para peserta untuk lebih memahami nilai toleransi antar umat beragama.

"Kita tahu Asia Tenggara itu negara-negaranya memiliki nilai relijius dan keberagaman yang tinggi, nah bagaimana nanti mereka sebagai future faith leader dapat menanamkan nilai setelah mengikuti ini," jelas Riaz kepada media, Sabtu (3/11/2018).

Foto: Ist

"Mereka ini mahasiswa semuanya memang, jadi nanti bukan hanya future leader, tapi future faith leader, jadi unsur faith-nya ditekankan, karena mereka diharapkan dapat menjadi pemimpin dari agama masing-masing, di negara Asean yang masih kuat nilai relijinya," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini