nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalan Labuan Sait di Bali Tertutup Lumpur dan Kerikil Usai Diguyur Hujan Lebat

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Senin 05 November 2018 09:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 05 244 1973337 jalan-labuan-sait-di-bali-tertutup-lumpur-dan-kerikil-usai-diguyur-hujan-lebat-CRAztKiTf1.jpg Kondisi Jalan Labuan Sait di Bali usai diguyur hujan lebat. (Foto: Balipost)

MANGUPURA – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Kuta Selatan pada Minggu 4 November 2018 dini hari mengakibatkan Jalan Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, Bali, tertutup lumpur dan kerikil yang terbawa air hujan. Kondisi ini tentunya sangat membahayakan pengguna jalan karena kondisinya turunan dan tentu saja membuat jalan menjadi licin.

Guna membersihkan tumpukan lumpur dan kerikil ini, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Badung sempat turun ke lokasi melakukan pembersihan. Terhadap kondisi ini, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta juga memantau ke lokasi.

Ia mengatakan, jalan yang tertutup lumpur tersebut memang sedang ada pengerjaan pelebaran. Namun, menurut dia, material bekas pengerukan yang tidak terpakai, masih diletakkan di sana. Akibatnya saat hujan lebat, bekas kerukan tersebut terbawa air hujan dan menutupi jalan.

Maka itu, pihaknya berharap agar proses pengerjaan pelebaran jalan ini bisa dipercepat. Lalu jika memungkinkan, material bekas kerukan tersebut tidak diletakkan di pinggir jalan. Hal tersebut untuk mengantisipasi saat hujan agar tidak terbawa air hujan yang bisa menutupi permukaan jalan.

"Minimal material bekas pengerukan bisa diletakkan agak ke dalam agar tidak tergerus air hujan. Mengingat saat ini mulai memasuki musim hujan," jelasnya.

Kondisi itu, kata Sumerta, tentu sangat mengganggu pengguna jalan. Mengingat jalur tersebut merupakan jalur ramai yang sering dilintasi masyarakat maupun wisatawan.

"Di sana merupakan jalur wisata, banyak wisatawan yang melintas. Tentu sangat membahayakan, karena jalan menurun, dan licin akibat tertutup lumpur dan kerikil," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga PUPR Badung Sang Nyoman Oka Permana mengatakan, untuk mengantisipasi melubernya material bekas kerukan, ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaksana proyek. Kalau bisa material yang tidak akan dipakai agar dipindahkan ke lokasi lain.

Sedangkan bila ada meterial bekas kerukan yang akan dipakai bisa langsung digelar di sana. "Langsung saja, kalau memang itu dipakai, akan digelar langsung. Kalau memang tidak terpakai, akan dibuang langsung ke tempat lain,” terangnya.

Ia menjelaskan, proyek ini merupakan perbaikan Alinyemen ruas Jalan Labuan Sait, Pecatu. Proyek tersebut dibiayai dari APBD Badung 2018 dengan nilai proyek Rp1.689.599.079. Jangka waktu pengerjaan selama 105 hari terhitung dari 29 Agustus 2018.

Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung I Wayan Wirya menyampaikan, untuk membersihkan tumpukan lumpur tersebut, pihaknya menurunkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

"Kami tidak hanya membantu untuk penanganan terhadap kebakaran, namun juga membantu masyarakat dalam hal pembersihan jalan seperti ini," terangnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini