nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjadi Longsor di Tabanan, Petugas Masih Menunggu Alat Berat

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Rabu 07 November 2018 08:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 07 244 1974336 terjadi-longsor-di-tabanan-petugas-masih-menunggu-alat-berat-vTBaNARK6V.jpg Longsor di Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali. (Foto: Balipost)

TABANAN – Hujan dengan intensitas tinggi usai kemarau panjang menimbulkan bencana longsor di sejumlah titik di Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali, pada Senin 5 November 2018. Petugas Tagana serta masyarakat setempat hingga Selasa 6 November telah melakukan upaya evakuasi terhadap material longsor.

Sayangnya, evakuasi tersebut belum bisa berjalan maksimal. Pasalnya, mereka masih menggunakan alat manual, sembari menunggu bantuan alat berat dari Kabupaten Tabanan.

Camat Pupuan I Putu Hendra Manik mengatakan, seluruh masyarakat yang terdampak telah melakukan gotong royong evakuasi longsor, terutama membersihkan material longsor yang menutup akses jalan masuk menuju Desa Karyasari.

"Ketebalan longsor mencapai 1,5 meter dengan panjang 7 meter, dan gotong royong memang dilakukan secara manual," ucap Hendra Manik.

Selain masyarakat, instansi terkait seperti Tagana, Dinas PUPR Tabanan, dan petugas BPBD Tabanan juga turut ikut bergotong royong. Mengingat, ada beberapa titik yang terdampak, dan kegiatan ini dilakukan secara menyebar.

"Kurang lebih 1,5 jam. Akses jalan sudah bisa dilewati," ucap Hendra Manik.

Sementara Perbekel Belimbing I Made Adi Suyana mengatakan, untuk kejadian longsor yang menimpa halaman rumah warga I Ketut Sunarta di Banjar Belimbing Tegal, Desa Belimbing, Pupuan, masih belum bisa dievakuasi hingga 14.00 Wita, lantaran masih menunggu alat berat dari kabupaten.

"Kami hanya memindahkan kayu besar secara manual, karena ketebalan longsor mencapai 1,5 meter jadi belum bersih total," ungkap Adi Suyana.

Selain juga material longsor lumayan banyak karena luas halaman sekira 4×6 seluruhnya tertutup. Termasuk pula akses jalan masuk alat berat juga ada sehingga untuk lebih cepat diputuskan gunakan alat berat. "Kami masih menunggu," imbuhnya.

Sementara titik longsor lainnya seperti tanaman padi di Subak Mas Belimbing yang juga tertimbun longsor sudah bisa diatasi oleh masyarakat dan krama subak. Kemudian ada saluran irigasi sepanjang 15–20 meter ikut ambruk.

"Kami sudah buat saluran darurat, namun tetap berharap kerusakan ini bisa cepat diperbaiki mengingat musim tanam segera tiba," ucap dia.

Adi Suyana menerangkan, pihak kepolisian dan TNI juga ikut serta berbaur melakukan evakuasi material longsor yang terjadi pada Senin sore akibat guyuran hujan selama 3 jam tersebut. Bahkan, Dinas PUPR Tabanan sudah diinformasikan mengenai saluran irigasi yang ambruk.

"Rencana Rabu 7 November dari PUPR bagian pengairan akan turun ke lokasi," ucap Adi Suyana.

Kejadian longsor juga terjadi di selatan Puskesmas Pupuan II masuk wilayah Desa Belimbing. Senderan jalan provinsi tergerus sepanjang 10 meter. Bahkan, titik longsor ini rutin terjadi setiap tahun dan sudah diatasi, namun tetap ketika musim hujan senderan terus ambruk.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti tetap meminta masyarakat yang tinggal di zona daerah rawan bencana untuk senantiasa tetap waspada. Ketika terjadi bencana segera berkoordinasi dengan pemerintah terkait, mulai perbekel, camat, hingga BPBD.

"Intinya harus waspada. Segera koordinasi agar mendapat penanganan dini," ucap Bupati Eka Wiryastuti.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini